Madrid, Spanyol - Gelombang protes menentang krisis perumahan di Spanyol semakin memanas. Ratusan warga, termasuk lulusan universitas muda dan pelajar, nekat mendirikan tenda dan berkemah di Alun-Alun Puerta del Sol, Madrid, sebagai bentuk kemarahan terhadap harga sewa yang tidak terkendali.
Para pengunjuk rasa menyoroti praktik 'vulture funds' atau dana investasi yang dianggap sengaja membiarkan properti kosong untuk menaikkan harga sewa secara sepihak. Hal ini diperparah dengan maraknya penyewaan jangka pendek melalui platform seperti Airbnb, yang mengurangi pasokan hunian jangka panjang bagi warga lokal.
Isu ini menjadi sorotan nasional setelah kasus pengusiran Maricarmen Abascal, seorang lansia berusia 87 tahun, yang meninggal di rumah sakit setelah terusir dari rumahnya sendiri akibat kenaikan sewa yang tidak masuk akal oleh perusahaan investasi. Peristiwa ini memicu kemarahan publik dan memaksa Perdana Menteri Pedro Sánchez untuk mengambil langkah darurat.
Meski pemerintah telah mencoba mengesahkan paket reformasi untuk melindungi penyewa, upaya tersebut ditolak oleh Kongres, yang berujung pada pemanggilan pemilihan umum (pemilu) cepat bulan depan. Data menunjukkan biaya sewa di Spanyol telah melonjak hingga 84% dalam satu dekade terakhir, membuat banyak warga kehilangan stabilitas dan tempat tinggal yang layak.