Jakarta, Media Online – Analis Timur Tengah, Rami Khouri, menilai perubahan kebijakan Israel di Lebanon hanya akan terjadi jika Amerika Serikat benar-benar 'memaksa' Tel Aviv. Hal ini disampaikan Khouri merespons kemungkinan penarikan simbolis pasukan Israel dari Lebanon selatan setelah adanya kesepakatan damai antara AS dan Iran yang mencakup penghentian perang di Lebanon.
Menurut Khouri, langkah Israel saat ini baru sebatas 'simbolis' dan belum menyentuh akar masalah. Ia menegaskan bahwa tanpa tekanan langsung dari Washington, tidak akan ada perubahan substansial dalam doktrin militer dan politik Israel di kawasan tersebut.
Analisis Dampak: Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan tinggi di perbatasan Lebanon-Israel. Jika AS benar-benar mengambil sikap tegas, potensi gencatan senjata permanen bisa terbuka. Namun, jika hanya bersifat simbolis, warga sipil di Lebanon selatan tetap akan hidup dalam bayang-bayang serangan mendadak. Situasi ini juga menjadi indikator lemahnya pengaruh diplomatik AS di kawasan jika tidak diikuti tindakan nyata.