Insiden pesawat Flydubai yang jatuh hampir vertikal sejauh 17.000 kaki menjadi sorotan. Seorang instruktur penerbangan merekam ulang kejadian itu lewat simulator untuk menggambarkan apa yang sebenarnya terjadi di dalam kabin saat pesawat menukik tajam.
Menurut simulasi tersebut, pesawat kemungkinan besar melampaui batas kecepatan struktural maksimumnya. Artinya, tekanan yang dialami badan pesawat berada di luar ambang batas aman yang dirancang pabrikan.
Yang tak kalah mengerikan, saat pesawat melakukan manuver pemulihan, penumpang dan awak akan merasakan gaya gravitasi negatif. Dalam kondisi ini, semua benda yang tidak terikatāmulai dari tas, peralatan, hingga benda kecil di kantongāakan terlempar dan melayang ke seluruh penjuru kabin.
Dampaknya bagi masyarakat penerbangan, insiden ini menjadi pengingat keras soal pentingnya disiplin menggunakan sabuk pengaman selama penerbangan, bahkan saat lampu tanda sabuk belum menyala. Selain itu, kejadian ini mendorong regulator dan maskapai untuk mengevaluasi ulang prosedur keselamatan serta pelatihan pemulihan pesawat dari kondisi ekstrem.