Kekecewaan mendalam tengah menyelimuti para peternak sapi di Nebraska, Amerika Serikat. Mereka merasa kebijakan pemerintah justru menjadi bumerang yang menghancurkan ekonomi mereka di tengah kondisi yang sudah sulit.
Salah satu kisah datang dari Yvette Mannon, seorang peternak berusia 63 tahun. Tahun ini menjadi mimpi buruk baginya. April lalu, kebakaran hutan dahsyat menghanguskan 1.600 hektar lahan penggembalaan dan 21 kilometer pagar di peternakannya. Meski 300 ekor sapinya selamat, ia harus merogoh kocek lebih dari 300 ribu dolar AS atau sekitar Rp4,8 miliar hanya untuk mengganti pagar, karena harga baja melonjak tajam akibat kebijakan tarif impor.
Belum selesai di situ, biaya operasional meledak. Harga solar yang melonjak lebih dari 40 persen akibat ketegangan perang di Iran memaksa Mannon mengeluarkan biaya ekstra setiap hari hanya untuk memberi pakan ternak. Puncaknya, pada Agustus lalu, pemerintahan Trump mengumumkan impor 300 ribu ton daging sapi bebas bea untuk menekan harga konsumen. Kebijakan ini diambil tepat sebelum musim penjualan anak sapi, yang langsung membuat harga pasar anjlok.
"Rasanya seperti dikhianati," ujar Mannon, yang mengaku telah memilih Trump dalam pemilu lalu. Ia menyoroti semboyan 'Buy American' yang digaungkan pemerintah, namun dirasa tidak berpihak pada peternak lokal.
Kondisi ini memicu gelombang frustrasi di kalangan petani dan peternak di seluruh AS. Mereka mengeluh dihantam dari segala arah: mulai dari kekeringan, harga pupuk dan mesin yang mahal akibat tarif, hingga kebijakan impor yang membuat pasar semakin tidak stabil. Dampak politiknya pun mulai terasa. Di Nebraska, kubu Republik mulai waspada melihat survei yang menunjukkan independen Dan Osborn mampu menyaingi kandidat dukungan Trump, Pete Ricketts, menjelang pemilihan Senat November mendatang.
Menanggapi hal ini, Trump dan Gubernur Nebraska Jim Pillen berusaha meredam amarah dengan mengumumkan kebijakan bantuan untuk menurunkan biaya bahan bakar pertanian. Namun, bagi para peternak yang sudah merugi ratusan dolar per ekor sapi, janji tersebut mungkin datang terlambat.