JEJAK KEKERASAN SEKSUAL: DARI INGGRIS, PRANCIS, KE ISRAEL - Berita Dunia
← Kembali

JEJAK KEKERASAN SEKSUAL: DARI INGGRIS, PRANCIS, KE ISRAEL

Foto Berita

Sebuah investigasi Al Jazeera mengungkap rantai kekerasan seksual kolonial yang berawal dari Inggris, disempurnakan Prancis, dan kini diwariskan Israel untuk menekan warga Palestina. Laporan berjudul 'Bodies of Evidence: Israel’s Darkest Weapon' ini memuat kesaksian mantan direktur Addameer, Abdel Latif Ghaith, yang menyaksikan penyiksaan terhadap aktivis Rasmea Odeh pada 1969. Saat itu, Odeh dipaksa telanjang, diperkosa dengan tongkat, dan disetrum di alat kelaminnya di sel Yerusalem.

Ghaith mengingat bagaimana ayah Odeh dibawa masuk dan melihat putrinya dalam kondisi memprihatinkan. Sang ayah menangis dan memohon Odeh mengaku meski tidak bersalah. Sepuluh tahun kemudian, Odeh bersaksi di hadapan PBB di Jenewa, sebelum Konvensi Anti Penyiksaan diadopsi. Pelapor Khusus PBB untuk Palestina, Francesca Albanese, menegaskan praktik ini bukan hal baru. 'Israel telah menyiksa sejak awal berdirinya,' katanya.

Albanese melacak asal-usul metode ini ke mandat Inggris di Palestina, yang menggunakan teknik serupa terhadap pemberontak Irlandia. Peraturan darurat Inggris kemudian diadopsi mentah-mentah ke sistem hukum Israel. Tanpa adaptasi. Tanpa modernisasi. 'Ini langsung diterima dan mendarah daging dalam sistem Israel,' ujarnya. Analisis: Temuan ini membuka kembali luka sejarah kolonialisme yang terus berulang. Bagi masyarakat internasional, ini menjadi bukti bahwa kekerasan seksual sebagai alat politik bukanlah praktik baru, melainkan warisan sistemik yang perlu dihentikan. Media lain seperti Human Rights Watch juga mencatat peningkatan kasus penyiksaan di penjara Israel pasca-7 Oktober 2023.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook