Arena oktagon UFC kembali menyajikan drama yang menguras emosi. Mantan juara dunia kelas menengah dua kali, Israel Adesanya, harus mengakui keunggulan Joe Pyfer dengan TKO brutal di ronde kedua pada gelaran UFC Fight Night di Seattle. Kekalahan ini bukan hanya mengejutkan, tapi juga menjadi rentetan keempat baginya, memunculkan pertanyaan besar tentang masa depan sang 'The Last Stylebender'.
Kekalahan Adesanya datang setelah pertarungan sengit di mana kedua petarung saling bertukar pukulan keras. Namun, sebuah takedown dari Pyfer di ronde kedua menjadi awal petaka bagi Adesanya, yang akhirnya dihentikan wasit pada menit 4:18. “Saya punya mentalitas 'tidak peduli'; saya akan mencari dan menghancurkan,” kata Pyfer usai kemenangannya yang mendebarkan itu.
Bagi Adesanya, petarung asal Selandia Baru, ini adalah kekalahan beruntun keempat sejak merebut kembali sabuk juara kelas menengah pada April 2023. Meskipun demikian, ia menegaskan tidak ada rencana untuk pensiun, menyatakan akan terus berjuang. Rentetan kekalahan ini tentu menjadi sorotan tajam bagi salah satu nama besar di UFC, memicu spekulasi tentang performa dan strategi latihannya ke depan. Apakah ini sinyal kemunduran atau justru cambuk untuk comeback yang lebih spektakuler?
Tak hanya drama di laga utama, UFC Fight Night di Seattle juga menyuguhkan pertarungan panas lainnya. Mantan juara kelas terbang wanita, Alexa Grasso, menunjukkan dominasinya dengan menghentikan Maycee Barber melalui TKO di ronde pertama. Ini adalah kemenangan kedua Grasso atas Barber, sekaligus memutus rekor kalah dua pertarungan beruntun Grasso dan mengakhiri tujuh kemenangan beruntun Barber.
Momen emosional juga tersaji saat petarung welter, Michael Chiesa, mengakhiri karier MMA-nya dengan kemenangan manis di hadapan publik kota kelahirannya. Chiesa berhasil menundukkan Niko Price dengan rear-naked choke di ronde pertama, hanya dalam 63 detik. Sebuah penutup yang sempurna bagi karier yang membentang lebih dari satu dekade di UFC.
Sejumlah pertarungan lain juga berakhir cepat dan brutal. Lerryan Douglas dari Brasil melanjutkan tren kemenangannya dengan TKO atas Julian Erosa, sementara Yousri Belgaroui asal Belanda mencatatkan kemenangan TKO lewat lutut mautnya, sekaligus mempertahankan rekor tak terkalahkannya di UFC. Pembuka acara pun tak kalah gila, Terrance McKinney hanya butuh 24 detik untuk menumbangkan Kyle Nelson dengan serangkaian pukulan.
Gelaran UFC Fight Night kali ini memang didominasi oleh kemenangan cepat via TKO dan submission, menunjukkan intensitas dan kemampuan para petarung untuk mengakhiri laga secara dominan. Hasil-hasil ini berpotensi mengubah peta persaingan di beberapa divisi, sekaligus menghadirkan bintang-bintang baru yang siap mengguncang oktagon.