Konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman kembali memanas. Otoritas Saudi menuduh milisi Houthi melancarkan serangan ke Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada Sabtu lalu. Akibatnya, 12 orang dilaporkan tewas dan 300 lainnya mengalami luka-luka. Insiden ini langsung memicu pertanyaan besar: apakah ini pertanda perang Yaman telah memasuki fase eskalasi yang jauh lebih berbahaya?
Menurut penjelasan jurnalis Al Jazeera, Mohammad Saleh, serangan ini menjadi salah satu yang paling signifikan dalam sejarah konflik kedua pihak. Bandara yang menjadi gerbang utama ibu kota Saudi itu sebelumnya dianggap sebagai wilayah aman. Serangan ini membuktikan bahwa kemampuan jangkauan militer Houthi semakin meningkat dan berani menargetkan pusat kekuasaan Saudi.
Analisis Dampak: Bagi masyarakat umum, eskalasi ini berarti ancaman keselamatan jiwa semakin nyata, tidak hanya bagi warga Yaman tetapi juga penduduk sipil di Arab Saudi. Serangan terhadap infrastruktur publik seperti bandara berpotensi melumpuhkan mobilitas udara dan aktivitas ekonomi. Jika ketegangan terus naik, harga minyak dunia bisa bergejolak, yang ujung-ujungnya berdampak pada biaya hidup global. Masyarakat internasional kini dituntut untuk lebih serius mendesak gencatan senjata sebelum perang terbuka skala penuh pecah.