Gubernur California Gavin Newsom secara mengejutkan mengumumkan pengurangan hukuman bagi seluruh 548 narapidana yang berada di deretan hukuman mati (death row) di negara bagian tersebut. Langkah ini tercatat sebagai pemberian grasi massal terbesar dalam sejarah Amerika Serikat. Meski begitu, keputusan ini tidak serta-merta membebaskan mereka. Seluruh narapidana tersebut akan menjalani hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat.
Newsom beralasan bahwa hukuman mati bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan merusak fondasi sistem hukum. Ia juga menyoroti tingginya biaya dan risiko kesalahan eksekusi terhadap orang tak bersalah. Data dari Death Penalty Information Center (DPIC) menunjukkan California telah menghabiskan sekitar 6 miliar dolar AS sejak 1978, namun hanya mengeksekusi 13 orang. Sejak 1973, setidaknya 203 orang di AS terbukti tidak bersalah setelah dijatuhi hukuman mati.
Keputusan ini menuai pujian dari kelompok advokasi keadilan pidana yang menilai hukuman mati sudah usang dan tidak efisien. Namun, langkah Newsom ini berpotensi memicu perdebatan politik, mengingat jajak pendapat Pew Research Center pada Agustus lalu menunjukkan 66 persen warga Amerika masih mendukung hukuman mati untuk kasus pembunuhan. Sebagian besar komutasi ini juga masih harus melalui tinjauan Mahkamah Agung California sesuai hukum negara bagian.