Luiz Inacio Lula da Silva resmi memenangkan pemilihan presiden Brasil 2026 setelah melalui putaran kedua yang penuh drama. Pria berusia 80 tahun itu meraih lebih dari 51 persen suara, mengalahkan Senator Flavio Bolsonaro yang memperoleh 48 persen. Kemenangan ini tercatat setelah 98,76 persen surat suara dihitung oleh otoritas pemilu.
Kemenangan Lula bukan tanpa rintangan. Tiga minggu sebelumnya, ia sempat tertinggal setelah kalah di putaran pertama dari Bolsonaro dengan selisih 2,2 juta suara. Namun, strategi Lula untuk menarik kembali pemilih yang golput dan fokus pada isu biaya hidup serta program sosial andalannya berhasil membalikkan keadaan. Dukungan besar dari wilayah timur laut Brasil menjadi kunci kemenangan mantan presiden dua periode ini.
Meski demikian, hasil ini menuai kontroversi. Keputusan mendadak untuk memperpanjang jam voting memicu tuduhan intervensi dan kecurangan. Senator Bolsonaro langsung bersumpah akan mengajukan pembatalan hasil suara, mengklaim perpanjangan waktu menyebabkan kebingungan pemilih. Situasi ini menambah ketegangan politik di negara tersebut.
Bagi masyarakat Brasil, kemenangan Lula membawa harapan baru terkait keberlanjutan program kesejahteraan sosial yang selama ini menjadi tulang punggung dukungannya. Namun, tantangan besar menanti karena polarisasi politik yang tajam dan potensi sengketa hukum hasil pemilu bisa menghambat stabilitas pemerintahan. Publik kini menantikan bagaimana Lula merangkul kembali pendukung lawan dan menjaga kepercayaan publik terhadap proses demokrasi.