ROMA - Menteri Pertahanan Italia, Guido Crosetto, melontarkan kritik pedas terhadap kebijakan Amerika Serikat yang dianggap membatasi akses Ukraina ke sistem satelit dan intelijen. Dalam wawancara dengan BBC, Crosetto menyebut langkah pemerintahan Presiden Donald Trump tersebut sebagai 'kesalahan besar' yang berpotensi memperpanjang invasi Rusia alih-alih menghentikannya.
Pernyataan ini menandai pergeseran sikap Italia yang semakin vokal mengkritik sekutu utamanya. Sebelumnya, Perdana Menteri Giorgia Meloni juga mengecam kesepakatan Trump untuk membeli diesel dari Rusia, yang dinilainya justru memberikan legitimasi bagi Vladimir Putin di tengah agresi ke Ukraina.
Crosetto menegaskan bahwa jika Putin melihat kelemahan dari pihak Ukraina—yang diperparah dengan berkurangnya pasokan sumber daya dari AS—maka ia akan semakin yakin bisa menang dan melanjutkan perang. Meski demikian, Crosetto berjanji dukungan militer Italia akan terus berlanjut selama pemerintahan saat ini berkuasa, meski ia mengakui akan semakin sulit mendapat persetujuan parlemen menjelang pemilu 2027.
Analisis: Sikap keras Italia ini menunjukkan retakan di antara negara-negara NATO menjelang pemilu Eropa. Bagi masyarakat global, ketegangan ini menjadi sinyal bahwa dukungan terhadap Ukraina tidak lagi solid, yang bisa berdampak pada stabilitas keamanan Eropa dan harga energi global jika konflik berlarut-larut.