FLU BURUNG BANTAI 75% ANAK ANJING LAUT DI PULAU ANTARTIKA - Berita Dunia
← Kembali

FLU BURUNG BANTAI 75% ANAK ANJING LAUT DI PULAU ANTARTIKA

Foto Berita

Heard Island, Australia - Kabar mengejutkan datang dari kawasan Antartika. Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa wabah flu burung (H5N1) telah membantai lebih dari 75% populasi anak anjing laut gajah di Pulau Heard dan McDonald, dua pulau terpencil milik Australia yang terletak sekitar 4.000 km di barat daya Benua Kanguru.

Data yang dikumpulkan ilmuwan dari Oktober lalu hingga Januari tahun ini menunjukkan hasil yang mengerikan. Dari total 17.364 ekor anak anjing laut gajah di Pulau Heard, sekitar 13.359 ekor di antaranya mati akibat terinfeksi virus H5N1. Bahkan di satu area tertentu, angka kematian anak anjing laut mencapai 97 persen. Para peneliti meyakini angka ini masih di bawah jumlah sebenarnya karena banyak anak anjing laut yang masih sekarat saat survei terakhir dilakukan.

Bukan hanya anjing laut, virus ini juga menyerang populasi penguin. Data mencatat kematian ratusan penguin raja dewasa yang angkanya di atas normal, meski masih dalam proporsi kecil dari total populasi. Peneliti mengambil sampel dari sembilan spesies hewan dan enam di antaranya dinyatakan positif H5N1, termasuk penguin raja, penguin gentoo, anjing laut berbulu Antartika, dan petrel penyelam.

Yang membuat situasi ini semakin genting, Australia selama ini menjadi satu-satunya benua yang bebas dari kasus flu burung strain H5N1. Kini, temuan di Pulau Heard menjadi kasus pertama yang terdeteksi di wilayah terluar Australia. Menteri Lingkungan Australia, Murray Watt, menyebut kematian massal ini sebagai 'peringatan keras' dan meminta negaranya tidak lengah. "Kita harus realistis tentang kemungkinan virus ini masuk ke daratan utama, dan merencanakan antisipasi sejak sekarang," tegasnya.

Para ilmuwan menduga virus ini dibawa oleh burung-burung yang bermigrasi dari Kepulauan Crozet milik Prancis, yang berjarak sekitar 1.800 km dari lokasi. Penelitian yang diterbitkan di jurnal ilmiah BioRxiv ini memang belum melalui proses tinjauan sejawat (peer review), tapi data dari drone dan kunjungan langsung ke pulau terpencil itu sudah cukup untuk membuat para ahli khawatir.

Dampak Lebih Luas: Wabah ini bukan sekadar bencana lokal. Anjing laut gajah adalah spesies kunci dalam rantai makanan Antartika. Kematian massal anak-anak mereka bisa mengganggu keseimbangan ekosistem laut dalam jangka panjang. Selain itu, penyebaran H5N1 ke mamalia laut seperti anjing laut menimbulkan kekhawatiran baru tentang kemampuan virus ini untuk bermutasi dan beradaptasi pada inang baru. Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE) sebelumnya sudah memperingatkan bahwa peningkatan kasus pada mamalia bisa menjadi tanda awal virus tersebut 'belajar' untuk menginfeksi spesies lain, termasuk manusia, jika terus dibiarkan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook