Duka mendalam menyelimuti kota Peshawar, Pakistan barat laut, setelah sebuah atap sekolah ambruk dan menewaskan sedikitnya 33 siswa serta seorang guru. Insiden nahas ini terjadi saat jam pelajaran baru saja dimulai di Sekolah Al-Khair, Dir Colony, Kamis pagi waktu setempat.
Selain korban jiwa, lebih dari selusin orang lainnya mengalami luka-luka, dengan beberapa di antaranya dalam kondisi kritis. Tim penyelamat masih berupaya maksimal mengevakuasi korban, karena dikhawatirkan masih ada anak-anak yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan.
Menurut keterangan petugas darurat, bangunan sekolah ini berdiri di atas struktur yang dibangun secara temporer. Kepala Kepolisian Peshawar, Mian Saeed, mengungkapkan bahwa atap bangunan tersebut menggunakan pelat beton dengan kualitas di bawah standar (substandard) dan kelebihan beban. Akibatnya, runtuhnya atap di lantai atas menghantam langit-langit ruang kelas di lantai bawah, menyebabkan tiga lantai bangunan ambruk secara bersamaan.
Proses evakuasi sempat terhambat karena lokasi sekolah berada di jalan sempit yang hanya bisa dilewati satu kendaraan. Warga sekitar yang mendengar suara sirene dan ambulans bergegas membantu proses penyelamatan dengan tangan kosong dan sekop. Seorang guru bahasa Inggris dari sekolah tetangga mengaku berhasil menarik enam anak keluar dari reruntuhan, namun nahas, sebagian dari mereka kemudian meninggal dunia.
Polisi telah menetapkan insiden ini sebagai kasus kelalaian berat (gross negligence) dan menangkap pemilik sekolah. Pemerintah setempat juga telah memerintahkan audit keselamatan menyeluruh untuk semua bangunan sekolah di wilayah tersebut guna mencegah terulangnya tragedi serupa.