SETENGAH UKRAINA GELAP! PUTIN PAKSA KONSESI WILAYAH? - Berita Dunia
← Kembali

SETENGAH UKRAINA GELAP! PUTIN PAKSA KONSESI WILAYAH?

Foto Berita

Di tengah persiapan pertemuan puncak tiga pihak antara Ukraina, Rusia, dan Amerika Serikat, hampir separuh wilayah Ukraina kini gelap gulita dan tanpa pemanas di suhu beku. Situasi darurat ini terjadi setelah rentetan serangan drone Rusia menargetkan infrastruktur energi. Langkah Moskow ini diyakini sebagai upaya putus asa untuk memecah perlawanan Ukraina di meja perundingan, khususnya terkait tuntutan konsesi wilayah.

Situasi genting ini datang di tengah isu krusial yang masih menggantung: tuntutan Rusia agar Ukraina menyerahkan sekitar seperlima wilayah timur Donetsk yang belum mereka kuasai. Isu inilah yang disebut Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sebagai poin tak terselesaikan usai pembicaraan dengan Presiden AS Donald Trump di Davos, Swiss, pekan ini.

Serangan masif terhadap fasilitas energi, termasuk pada 9, 13 Januari, dan lagi Selasa minggu ini, telah melumpuhkan ibu kota Kyiv. Data menunjukkan, hingga 21 Januari, hampir 60 persen Kyiv tanpa listrik dan sekitar 4.000 gedung masih kedinginan tanpa pemanas. Zelenskyy menyatakan kondisi serupa terjadi di seluruh negeri, di mana hanya 60 persen kebutuhan listrik yang terpenuhi.

UNICEF, organisasi kesejahteraan anak-anak, bahkan memperingatkan bahwa krisis energi ini sangat membahayakan anak-anak Ukraina, memicu risiko hipotermia dan pneumonia. Ratusan ribu orang, tepatnya hampir 58.000 kru perbaikan, bekerja nyaris tanpa henti demi memulihkan jaringan listrik.

Analis melihat, serangan terkoordinasi ini adalah taktik baru Moskow karena minimnya pencapaian signifikan di medan perang. Rusia, yang kerap melebih-lebihkan klaim kemajuan teritorial, belakangan ini hanya berhasil menguasai wilayah yang jauh lebih kecil dari yang mereka gembar-gemborkan. Institut Studi Perang (ISW) menyebut, klaim 300 kilometer persegi wilayah yang direbut Rusia tahun ini sebenarnya hanya sekitar 74 kilometer persegi.

Ini mencerminkan strategi Moskow yang bergeser, dari mencoba merebut wilayah secara militer menjadi menggunakan tekanan kemanusiaan ekstrem untuk memaksa konsesi. Jajak pendapat terbaru Kyiv International Institute of Sociology (KIIS) menunjukkan, 54 persen warga Ukraina teguh menolak menyerahkan wilayah, meski 39 persen lainnya mungkin bersedia dengan jaminan keamanan yang sangat kuat. Ini menunjukkan perlawanan rakyat Ukraina tetap kokoh, meski di tengah tekanan yang mencekik.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook