WOW! MENTERI PALSU NAIK GAJI SETAHUN, MODAL SURAT PALSU - Berita Dunia
← Kembali

WOW! MENTERI PALSU NAIK GAJI SETAHUN, MODAL SURAT PALSU

Foto Berita

Jakarta – Seorang pria bernama Adeniyi Adeyemi Matthew akhirnya diringkus polisi setelah buron selama berminggu-minggu. Ia adalah otak di balik badan pemerintah palsu yang berani-beraninya mencantumkan anggaran hampir 1 juta dolar AS atau sekitar Rp15 miliar di APBN Nigeria.

Matthew mengaku sebagai Direktur Jenderal 'Presidential Foreign Investment Promotion Council (PFIPC)', sebuah lembaga fiktif yang katanya berada di bawah kantor presiden. Penangkapannya terjadi di Negara Bagian Osun setelah pengadilan mengeluarkan surat perintah penangkapan karena ia mangkir dari sidang kasus pemalsuan dan penipuan.

Skandal ini terbongkar setelah Presiden Bola Tinubu memerintahkan penyelidikan korupsi pekan lalu. Istana kepresidenan memastikan surat pembentukan lembaga itu palsu, termasuk tanda tangan Kepala Staf Presiden yang dipalsukan. Hasil forensik polisi sudah membuktikan hal tersebut.

Yang lebih mencengangkan, badan fiktif ini tercatat memiliki anggaran 1,3 miliar naira (sekitar Rp15 miliar) dalam Rancangan Anggaran 2026. Mereka juga sudah menyewa kantor di kompleks pemerintah Federal Secretariat dan membuka rekening di Bank Sentral Nigeria. Namun, Kantor Akuntan Jenderal menegaskan tidak ada satu sen pun uang negara yang mengalir ke rekening tersebut.

Matthew sempat mengaku dalam wawancara dengan media lokal bahwa nyawanya terancam, namun ia berjanji akan hadir di pengadilan untuk membersihkan namanya. Sayangnya, saat sidang digelar Selasa lalu, ia tak muncul. Kuasa hukumnya, Genesis Francis, mengaku gagal membujuk kliennya karena alasan keamanan.

Analisis: Kasus ini menjadi tamparan keras bagi sistem birokrasi Nigeria. Fakta bahwa lembaga fiktif bisa memiliki anggaran miliaran rupiah dan kantor megah di pusat pemerintahan menunjukkan celah keamanan dokumen yang sangat serius. Masyarakat sipil dan politisi oposisi sudah mendesak investigasi independen. Kasus serupa pernah terjadi di Indonesia dengan 'Kementerian Kabinet Bayangan' pada era reformasi, namun yang ini lebih ekstrem karena menyusup ke APBN negara.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook