KEMBALI TERULANG! SKANDAL RASISME HANTUI SEPAK BOLA SPANYOL - Berita Dunia
← Kembali

KEMBALI TERULANG! SKANDAL RASISME HANTUI SEPAK BOLA SPANYOL

Foto Berita

Sepak bola Spanyol kembali tercoreng. Laga persahabatan pra-Piala Dunia antara Timnas Spanyol dan Mesir di Barcelona pada Selasa lalu menjadi saksi bisu insiden memalukan: nyanyian rasis dan anti-Muslim dari sebagian suporter tuan rumah. Insiden ini, yang langsung dikutuk oleh Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol (RFEF) dan pelatih Luis de la Fuente, menambah daftar panjang catatan buruk rasisme di Negeri Matador.

Peristiwa tak sportif ini terjadi di RCDE Stadium. Sejak awal, atmosfer pertandingan sudah terasa tak nyaman, terutama saat lagu kebangsaan Mesir dicemooh. Bahkan, sistem pengeras suara stadion sampai harus berkali-kali mengingatkan penonton agar tidak melontarkan komentar ofensif.

Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, geram dan menyebut perilaku tersebut "tidak bisa ditoleransi." Ia menegaskan bahwa orang-orang yang menggunakan sepak bola sebagai wadah untuk kekerasan harus diidentifikasi dan disingkirkan dari masyarakat. Senada, Presiden RFEF, Rafael Louzan, mengutuk keras insiden tersebut meski menyebutnya sebagai "situasi spesifik dan terisolasi."

Namun, pernyataan "terisolasi" ini patut dipertanyakan mengingat rekam jejak rasisme yang kerap terjadi di Spanyol, seperti yang dialami bintang Real Madrid, Vinicius Junior. Kasus terbaru ini memperlihatkan bahwa akar masalah rasisme di sepak bola Spanyol masih belum tuntas.

Menariknya, pertandingan ini sebenarnya dipindahkan dari Qatar ke Spanyol karena kondisi perang di Timur Tengah. Pemindahan lokasi ini, ditambah dengan sentimen yang sudah ada, mungkin turut memicu ekspresi kebencian anti-Muslim terhadap tim Mesir yang mayoritas Muslim. Ini menjadi alarm serius bagi otoritas sepak bola global dan Spanyol untuk mengevaluasi ulang upaya mereka dalam memberantas diskriminasi.

Terlepas dari insiden di luar lapangan, pertandingan itu sendiri berakhir imbang tanpa gol (0-0). Spanyol, yang merupakan juara Eropa, banyak membuang peluang. Di sisi lain, Mesir yang tampil tanpa bintang utama Mohamed Salah, sempat mengancam melalui Omar Marmoush yang membentur tiang gawang. Mesir bahkan harus bermain dengan 10 orang di akhir pertandingan setelah gelandang bertahan Hamdy Fathy diganjar kartu kuning kedua.

Insiden rasisme ini tentu saja mengalihkan fokus dari persiapan kedua tim menuju Piala Dunia dan menjadi pengingat bahwa sepak bola lebih dari sekadar pertandingan di lapangan, tetapi juga cerminan nilai-nilai kemanusiaan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook