PERANG IRAN: TAKHAYUL NETANYAHU UNTUK KEPENTINGAN PRIBADI? - Berita Dunia
← Kembali

PERANG IRAN: TAKHAYUL NETANYAHU UNTUK KEPENTINGAN PRIBADI?

Foto Berita

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu santer disebut menuai keuntungan dari perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran. Konflik ini, yang merupakan keberhasilannya membujuk AS melancarkan serangan terbuka terhadap Iran setelah bertahun-tahun, telah menelan ribuan korban jiwa di Iran, Lebanon, dan beberapa negara kawasan lain. Dampak perang meluas ke ekonomi global dengan lonjakan harga minyak drastis, mengancam kelangkaan energi dan potensi penjatahan. Tak hanya itu, perang ini juga memicu keretakan diplomatik antara AS dengan sekutu-sekutu Eropanya, bahkan menimbulkan gejolak di internal politik AS.

Di balik kekacauan regional dan global, bagi Netanyahu, perang ini justru dianggap menguntungkan. Ia berhasil mewujudkan ambisinya untuk membuat AS menjadi mitra langsung dalam melawan Iran, yang selama ini ia waspadai sebagai ancaman nuklir. Konflik ini disebut mampu melemahkan Iran dan "Poros Perlawanan" regionalnya seperti Hizbullah, sekaligus memposisikan Israel sebagai kekuatan dominan tak terbantahkan di Timur Tengah. Yang tak kalah penting, perang ini santer disebut sebagai pengalih perhatian dari kasus korupsi yang membelit Netanyahu di dalam negeri. Sejak 2019, ia menghadapi tiga dakwaan korupsi, dan penundaan persidangannya kerap kali berbarengan dengan eskalasi konflik, khususnya di Gaza. Ini menguatkan dugaan bahwa perang ini menjadi "strategi" politiknya untuk mempertahankan kekuasaan dan menghindari jeratan hukum.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook