Petinju legendaris asal Puerto Rico, Amanda Serrano, memastikan akan menggantung sarung tinju setelah laga terakhirnya nanti. Wanita berusia 38 tahun itu akan mempertahankan sabuk juara dunia kelas bulu WBO dan WBA melawan petinju Australia, Skye Falzon, di Coliseo de Puerto Rico, San Juan, pada 9 Januari mendatang. Promotor menjuluki laga ini sebagai 'The Last Walk' atau perjalanan terakhir.
Serrano bukan sembarang petinju. Dengan rekor 50 kemenangan, 4 kalah, dan 1 imbang (32 KO), ia tercatat sebagai juara dunia di tujuh divisi berbeda. Ia juga tengah memburu rekor knockout sepanjang masa di tinju wanita yang saat ini ia bagi dengan Christy Martin. Sepanjang kariernya, Serrano dikenal sebagai pionir yang membuka jalan bagi petinju wanita, termasuk saat mencetak sejarah bersama Katie Taylor sebagai wanita pertama yang menjadi headline di Madison Square Garden, New York, pada 2022.
Dampak bagi masyarakat dan penggemar tinju tentu sangat besar. Kepergian Serrano menandai berakhirnya era seorang ikon yang tidak hanya berjuang di dalam ring, tetapi juga di luar ring untuk kesetaraan gender dalam olahraga. Ia pernah rela melepas sabuk juara WBC demi mempertahankan prinsipnya soal aturan pertandingan yang setara dengan pria (12 ronde, 3 menit). Sementara itu, lawannya, Skye Falzon (38 tahun), datang dengan rekor 12-2 (7 KO) dan dipastikan tidak akan memberikan kemenangan mudah bagi Serrano di laga perpisahannya.