Ribuan warga Lebanon yang mengungsi akibat perang mulai kembali ke wilayah selatan pada Senin (27/1) lalu. Kepulangan massal ini terjadi setelah adanya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir empat bulan.
Rekaman dari lokasi menunjukkan antrean panjang kendaraan bermuatan keluarga dan barang-barang berharga mereka. Warga yang sebelumnya mengungsi ke Beirut dan daerah utara kini berusaha pulang untuk melihat kondisi rumah mereka. Banyak yang khawatir dengan keamanan dan infrastruktur yang hancur akibat serangan militer.
Analisis: Kesepakatan AS-Iran ini menjadi titik balik penting di Timur Tengah. Bagi Indonesia, konflik ini mengingatkan kita pada kerentanan warga sipil dalam perang. Selain itu, gelombang pengungsi bisa memicu krisis kemanusiaan baru jika proses rekonstruksi tidak berjalan cepat. Data dari PBB menyebutkan sekitar 100.000 rumah di Lebanon selatan rusak parah. Dunia internasional kini menanti realisasi gencatan senjata permanen agar warga bisa benar-benar hidup tenang.