Thailand kembali berduka. Putri Bajrakitiyabha, putri sulung Raja Maha Vajiralongkorn dan salah satu calon pewaris takhta, meninggal dunia pada usia 47 tahun setelah menjalani perawatan intensif selama hampir empat tahun dalam kondisi koma.
Kabar duka ini diumumkan oleh Istana Kerajaan Thailand pada Selasa (10/12/2024). Sang putri sebelumnya diketahui pingsan saat menjalani latihan anjing militernya pada Desember 2020, dan sejak saat itu kondisinya terus menurun akibat masalah jantung yang serius.
Kehilangan ini menjadi pukulan berat bagi monarki Thailand. Bajrakitiyabha dikenal sebagai sosok yang cerdas, berpendidikan hukum dari Inggris, dan sempat bertugas sebagai duta besar di Austria. Ia juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Analisis: Wafatnya sang putri secara otomatis mengubah peta suksesi kerajaan. Sebelumnya, Bajrakitiyabha dianggap sebagai kandidat kuat menggantikan ayahnya. Kini, perhatian publik tertuju pada dua putra raja yang tinggal di luar negeri, yakni Pangeran Vacharaesorn dan Pangeran Dipangkorn Rasmijoti. Situasi ini bisa memicu ketidakpastian politik di Thailand, mengingat monarki memegang peran sentral dalam stabilitas negara.
Media lokal Bangkok Post melaporkan, prosesi pemakaman akan digelar secara tertutup sesuai tradisi kerajaan, dan rakyat Thailand diimbau untuk tetap tenang serta menghormati masa berkabung nasional.