Angkatan Laut Meksiko berhasil membekuk Omar Oswaldo Torres, seorang pemimpin kunci faksi Los Mayos dari Kartel Sinaloa, dalam sebuah penggerebekan berdarah di Culiacan, Sinaloa, Meksiko utara. Operasi ini tidak berjalan mulus; baku tembak hebat terjadi yang menewaskan 11 orang yang disebut sebagai 'penyerang' oleh pihak berwenang. Dari lokasi kejadian, petugas juga menyita senjata berdaya tinggi dan berbagai peralatan taktis. Uniknya, putri Torres yang juga berada di lokasi dibebaskan karena tidak terbukti terlibat aktivitas kriminal.
Penangkapan ‘El Patas’, julukan Torres, ini adalah bagian dari gempuran pemerintah Amerika Latin terhadap kejahatan terorganisir dan perdagangan narkoba. Langkah ini juga diyakini sebagai respons terhadap tekanan kuat dari Presiden AS Donald Trump yang menginginkan hasil nyata dalam memerangi kartel. Namun, strategi ‘memenggal kepala’ atau menangkap/membunuh pemimpin kartel seperti ini sering dikritik. Para ahli memperingatkan, metode semacam ini justru berisiko meningkatkan kekerasan jangka panjang karena memicu perebutan kekuasaan di antara anggota kartel yang tersisa.
Selain itu, pendekatan militeristik ini dinilai gagal menyentuh akar masalah kejahatan, yaitu korupsi dan kemiskinan yang merajalela. Trump sendiri pernah melabeli kartel seperti Sinaloa sebagai 'organisasi teroris asing' dan bahkan mengisyaratkan kemungkinan aksi militer di tanah Meksiko, sebuah langkah yang tentu saja memicu kekhawatiran besar akan pelanggaran kedaulatan. Situasi ini diperparah dengan perseteruan internal yang tak kunjung usai antara faksi Los Mayos pimpinan Torres dan faksi Los Chapitos dalam Kartel Sinaloa, menambah kompleksitas perang melawan narkoba di Meksiko.