PODCAST KUASAI POLITIK ATAU JADI PELARIAN? - Berita Dunia
← Kembali

PODCAST KUASAI POLITIK ATAU JADI PELARIAN?

Foto Berita

JAKARTA - Fenomena podcast yang semakin mendominasi panggung politik global, terutama terlihat dalam Pemilu Presiden Amerika Serikat 2024, memunculkan pertanyaan kritis: apakah ini bentuk demokratisasi diskursus atau justru strategi kandidat untuk menghindari pengawasan media arus utama?

Dalam diskusi yang melibatkan Cenk Uygur (pendiri The Young Turks) dan Emily Jashinsky (host After Party), muncul pandangan bahwa podcast telah mengubah lanskap kampanye politik secara fundamental. Kandidat kini lebih memilih hadir di ruang percakapan yang bersahabat, di mana mereka bisa mengontrol narasi tanpa harus menghadapi interogasi tajam jurnalis profesional.

Fenomena ini membawa dampak ganda bagi masyarakat. Di satu sisi, podcast membuka akses lebih luas bagi publik untuk mendengar langsung visi kandidat tanpa filter media tradisional. Namun di sisi lain, hilangnya mekanisme 'check and balance' dari jurnalisme investigatif menimbulkan kekhawatiran akan minimnya verifikasi fakta dan akuntabilitas publik.

Pakar komunikasi politik menilai tren ini akan terus berlanjut seiring meningkatnya konsumsi konten audio digital. Masyarakat perlu lebih kritis dalam memilah informasi, karena podcast seringkali tidak melalui proses editorial yang ketat seperti media konvensional.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook