Teheran, Liputan6.com - Iran kembali menekan Amerika Serikat terkait situasi di Lebanon. Melalui Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, Teheran menegaskan bahwa Washington memiliki tanggung jawab penuh untuk memastikan Israel mematuhi kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati.
Araghchi menyatakan bahwa Iran siap melanjutkan jalur diplomasi dengan AS, namun ada syarat yang tidak bisa ditawar: Washington harus menjamin Israel menghentikan seluruh agresi, tidak hanya di Gaza tetapi juga di Lebanon. "AS punya komitmen dan tanggung jawab untuk menegakkan kesepakatan di semua lini," tegas Araghchi dalam pernyataannya.
Pernyataan ini muncul di tengah kabar bahwa Israel dan Hizbullah dilaporkan telah menyetujui gencatan senjata di Lebanon, berdasarkan sumber dari pejabat AS kepada Reuters. Namun, laporan di lapangan justru menunjukkan sebaliknya. Serangan Israel masih terus dilaporkan terjadi, membuat kesepakatan yang rapuh itu semakin diragukan.
Analisis Dampak: Sikap keras Iran ini menunjukkan bahwa stabilitas Timur Tengah masih jauh dari kata aman. Jika AS gagal mengendalikan sekutunya, Israel, bukan tidak mungkin eskalasi baru justru akan meledak. Bagi masyarakat global, situasi ini mengancam keamanan jalur pelayaran dan harga minyak dunia yang bisa kembali melonjak. Sementara itu, warga sipil di Lebanon Selatan kembali menjadi korban di tengah janji gencatan senjata yang belum sepenuhnya terwujud.