Beit Shemesh, Israel – Ribuan demonstran dari komunitas Yahudi Ultra-Ortodoks menyerbu sebuah kantor polisi di kota Beit Shemesh, Israel, pada hari Senin. Aksi ini dipicu oleh penangkapan seorang pria dari kelompok mereka yang diduga mangkir dari wajib militer.
Dalam video yang beredar, terlihat massa menerobos masuk dan merusak fasilitas. Petugas keamanan Israel merespons dengan menggunakan granat kejut dan gas air mata untuk membubarkan kerumunan. Situasi sempat memanas dan menyebabkan ketegangan di lokasi.
Analisis Dampak: Bentrokan ini menyoroti keretakan sosial yang dalam di Israel. Komunitas Ultra-Ortodoks selama ini menikmati keringanan dari wajib militer, sebuah kebijakan yang menuai kontroversi dan kecemburuan dari kelompok sekuler. Aksi ini bisa memicu perdebatan publik yang lebih luas mengenai keadilan dan kewajiban bela negara. Media lokal melaporkan bahwa ini adalah salah satu protes paling keras yang pernah terjadi terkait isu wajib militer.