BANGLADESH PUNYA PEMIMPIN BARU! GENERASI Z CUMA GIGIT JARI? - Berita Dunia
← Kembali

BANGLADESH PUNYA PEMIMPIN BARU! GENERASI Z CUMA GIGIT JARI?

Foto Berita

Wajah politik Bangladesh kembali berubah drastis setelah Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) berjaya dalam pemilihan umum pekan lalu. Hasil resminya, yang diumumkan pada Sabtu, menunjukkan kemenangan telak bagi BNP, mengantarkan Tarique Rahman ke kursi Perdana Menteri. Ini menandai kembalinya partai yang pernah memimpin Bangladesh tiga periode, terakhir pada 2001-2006.

Padahal, pesta demokrasi kali ini dipicu oleh gejolak besar pada 2024 lalu, di mana gerakan yang didominasi Generasi Z sukses menggulingkan Perdana Menteri Sheikh Hasina. Ironisnya, Partai Warga Nasional (NCP) yang lahir dari semangat pemberontakan anak muda itu, hanya mampu meraih enam kursi parlemen dari total 297 yang diperebutkan. Sebuah hasil yang jauh dari harapan para aktivis muda.

Banyak pemilih muda yang baru pertama kali mencoblos merasa kecewa. Seperti Afsana Hossain Himi, seorang mahasiswa, yang mengungkap perasaannya kepada Al Jazeera: “Sebagai Gen Z, kami tidak mendapatkan representasi dan hasil yang diharapkan setelah mengorbankan begitu banyak darah dan nyawa.” Kekecewaan juga datang dari Sohanur Rahman, mahasiswa berusia 23 tahun, yang merasa NCP gagal membangun basis dukungan kuat dan bahkan dianggap mengkhianati harapan dengan bersekutu dengan Jamaat-e-Islami. Meskipun demikian, mereka tetap menyimpan harapan pada enam perwakilan muda yang berhasil menembus parlemen.

Juru bicara NCP, Asif Mahmud, menyatakan partainya akan membangun kembali kekuatan di barisan oposisi dan fokus pada pemilihan pemerintah daerah tahun depan. Dengan 44% pemilih (sekitar 56 juta orang) berusia 18-37 tahun, Bangladesh memang memiliki populasi muda yang sangat signifikan, menjadikannya kunci masa depan politik negara tersebut.

Kemenangan BNP dan naiknya Tarique Rahman ini diharapkan mampu mengembalikan stabilitas negara setelah berbulan-bulan penuh gejolak pasca-pemberontakan 2024. Perlu diingat, insiden pada 2024 lalu berujung pada tewasnya lebih dari 1.400 orang akibat tindakan keras aparat atas perintah Sheikh Hasina. Hasina sendiri kini divonis mati secara in absentia dan berada di pengasingan di New Delhi. Keluarga Rahman dan Hasina memang telah puluhan tahun mewarnai panggung politik Bangladesh, dengan ayah Rahman, Ziaur Rahman, juga pernah memimpin negara ini.

Rahman, yang rencananya akan dilantik pekan ini, sudah berjanji menegakkan supremasi hukum. “Posisi kami jelas. Perdamaian dan ketertiban harus dijaga dengan segala cara. Tidak ada perbuatan salah atau aktivitas melanggar hukum yang akan ditoleransi,” tegasnya pada konferensi pers. Kini, mata publik, terutama kaum muda, menanti apakah janji stabilitas dan penegakan hukum ini bisa memenuhi harapan mereka yang mendambakan perubahan nyata.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook