Guadalajara, Meksiko - Suasana tidak nyaman menyelimuti Timnas Korea Selatan di Piala Dunia U-20. Para pemain dilaporkan mogok bicara dengan media nasional di luar agenda resmi FIFA. Aksi ini buntut dari cemoohan sejumlah wartawan terhadap kapten tim, Son Heung-min, saat latihan terbuka pekan lalu.
Insiden ini memicu kemarahan skuad. Bahkan, seorang petugas media tim dikabarkan mengundurkan diri pada Selasa (11/6) waktu setempat. Meski Federasi Sepak Bola Korea (KFA) belum mengonfirmasi, akses media ke pemain langsung dibatasi. Wawancara yang sudah dijadwalkan pun dibatalkan.
Semua bermula pada 7 Juni lalu. Saat sesi latihan terbuka, Son yang berlari bersama rekan setimnya menjadi sasaran ejekan oknum media. Rekaman dari JTBC, pemegang hak siar resmi, memperlihatkan mereka mencemooh Son terkait catatan wajib militernya. Video itu bocor ke publik dan langsung viral, memicu kecaman keras di media sosial.
Son Heung-min memang mendapat pengecualian wajib militer 21 bulan setelah membawa Korea Selatan meraih emas Asian Games 2018. Ia kemudian menjalani tugas alternatif, termasuk pelatihan militer tiga pekan pada 2020 dan kerja sosial. Masa lalu ini kembali diungkit dengan nada merendahkan oleh oknum wartawan.
KFA menyatakan 'penyesalan mendalam' atas 'komentar tidak pantas' yang membuat skuad 'terkejut dan kecewa'. Mereka berjanji akan memprioritaskan perlindungan pemain dan menciptakan lingkungan media yang sehat. Pertandingan berikutnya melawan Meksiko di Grup A pada Kamis (13/6) diperkirakan akan berlangsung tanpa kehadiran media Korea di sesi non-resmi.
Analisis: Boikot ini menunjukkan batas toleransi atlet terhadap perlakuan tidak hormat media. Dampaknya, publik bisa kehilangan akses informasi langsung dari pemain. Namun, tindakan ini juga menjadi peringatan keras bagi awak media untuk menjaga etika jurnalistik, terutama saat meliput atlet yang sedang membela negara.