TRUMP KUNCI OVAL OFFICE JADI MONUMEN NASIONAL - Berita Dunia
← Kembali

TRUMP KUNCI OVAL OFFICE JADI MONUMEN NASIONAL

Foto Berita

Presiden AS Donald Trump resmi menandatangani perintah eksekutif yang mengubah Oval Office di Gedung Putih menjadi monumen nasional. Langkah ini diambil untuk mencegah presiden-presiden berikutnya melakukan perubahan besar pada ruangan ikonik tersebut. Trump, yang berlatar belakang pengembang properti, memang sempat merombak interior Oval Office selama masa jabatan keduanya, termasuk menambahkan banyak elemen berwarna emas pada dinding ruangan.

Dalam pernyataannya kepada wartawan, Trump menegaskan bahwa status monumen nasional ini bertujuan melindungi ruangan dari upaya perusakan atau pembongkaran oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Meski demikian, perintah eksekutif tersebut tetap memberikan kelonggaran bagi presiden untuk mendekorasi ulang, memilih furnitur, atau melakukan modifikasi operasional dan keamanan biasa, asalkan tidak merusak struktur historis dan karakter arsitektur ruangan.

Oval Office sendiri sudah berdiri sejak awal dekade 1930-an pada masa Presiden Franklin D Roosevelt. Sebelumnya, seluruh area Gedung Putih telah berstatus sebagai Landmark Sejarah Nasional yang seharusnya melindungi bangunan dari perubahan mendadak. Namun, Trump menilai Oval Office memerlukan pengakuan dan pengelolaan protektif khusus sebagai struktur historis yang signifikan secara nasional. Perintah ini juga menugaskan National Park Service untuk memelihara ruangan tersebut agar tetap terjaga keasliannya.

Analisis Dampak: Langkah ini menuai sorotan karena dianggap sebagai upaya mengabadikan gaya kepemimpinan Trump di Gedung Putih. Meski tujuannya untuk konservasi sejarah, sejumlah pengamat hukum dan pelestarian budaya menilai administrasi Trump memiliki rekam jejak yang kurang peduli terhadap situs bersejarah lainnya di Washington. Bagi masyarakat umum, kebijakan ini memastikan bahwa simbol kekuasaan eksekutif AS tersebut tidak akan berubah drastis dalam waktu dekat, namun juga memicu debat tentang sejauh mana seorang presiden boleh mengubah wajah institusi negara sesuai seleranya.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook