ALJAZAIR AKUI KIRIM JET TEMPUR KE NIGER - Berita Dunia
← Kembali

ALJAZAIR AKUI KIRIM JET TEMPUR KE NIGER

Foto Berita

Presiden Aljazair, Abdelmadjid Tebboune, akhirnya buka suara soal keterlibatan militernya di Niger. Ia mengonfirmasi bahwa Angkatan Udara Aljazair mengirimkan jet tempur ke Niamey pada akhir Agustus lalu. Langkah ini diambil untuk menggagalkan upaya kudeta yang sedang berlangsung di sana.

Tebboune menjelaskan, intervensi ini dilakukan karena ada pihak-pihak tertentu yang dianggap sudah keterlaluan. Dalam wawancaranya dengan media lokal, ia menyebut situasi saat itu sangat mendesak. Menariknya, Perdana Menteri Niger, Ali Mahaman Lamine Zeine, baru saja menyelesaikan kunjungannya ke Aljazair dan baru tiba di rumah tepat sebelum kerusuhan meletus.

"Ini provokasi terhadap kami... saya juga akan mengirim pesawat dan kami akan bertemu langsung," tegas Tebboune, meski ia tidak merinci siapa pihak yang dimaksud.

Insiden berdarah ini terjadi pada 28-29 Agustus. Pangkalan militer di Bandara Internasional Diori Hamani menjadi target pertama serangan sekelompok tentara pembangkang. Serangan kemudian meluas ke kantor penyiaran negara dan istana presiden. Menteri Pertahanan Niger, Jenderal Salifou Modi, menyatakan pasukannya berhasil menahan situasi dan mengambil alih kendali.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Aljazair mengonfirmasi pengiriman empat jet tempur Sukhoi Su-30 ke Niamey. Pesawat-pesawat ini dikawal oleh pesawat pengisian bahan bakar udara. Pemerintah Niger mengklaim operasi ini dilakukan atas permintaan resmi mereka untuk melawan upaya destabilisasi.

Menariknya, junta militer Niger menuding Prancis berada di balik upaya kudeta gagal tersebut. Tuduhan ini dibantah keras oleh Paris. Aljazair sendiri memiliki kepentingan strategis besar di kawasan Sahel. Stabilitas Niger dianggap sebagai kunci keamanan nasional Aljazair, mengingat keduanya berbagi perbatasan darat yang panjang.

Analisis & Dampak: Langkah Aljazair ini menandai pergeseran peran aktif mereka di kawasan Sahel yang selama ini lebih diplomatis. Bagi masyarakat internasional, ini menjadi sinyal bahwa konflik di Niger bukan sekadar urusan internal, melainkan sudah melibatkan kekuatan regional besar. Ketegangan antara Aljazair dan Prancis (yang masih memiliki kepentingan di bekas koloninya) diprediksi akan memanas, mempengaruhi stabilitas geopolitik Afrika Utara dan Barat.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook