Kebakaran yang menghanguskan sebagian besar bangunan bersejarah 'Sarang Elang' atau Eagle's Nest di pegunungan Bavaria, Jerman, memicu perdebatan sengit. Bangunan yang dulu menjadi tempat peristirahatan Adolf Hitler dan para petinggi Nazi ini terbakar pada 23 Oktober lalu akibat dugaan pembakaran sengaja. Seorang pria berusia 33 tahun dengan riwayat gangguan jiwa pun telah ditahan polisi.
Sebelum insiden nahas itu, Eagle's Nest yang dikelola negara bagian Bavaria merupakan destinasi wisata populer. Ribuan turis setiap musimnya datang untuk menikmati pemandangan Alps dari ketinggian 1.834 meter, sekaligus bersantap di restoran yang ada di dalamnya. Bangunan yang berdiri sejak 1938 ini memang sengaja dilestarikan sebagai monumen peringatan sejarah kelam Nazi.
Namun, kobaran api kini membuka kembali luka lama. Sebagian pihak mendesak agar reruntuhan dibiarkan saja dan lokasi dikembalikan ke alam liar. Mereka khawatir, pembangunan ulang justru berisiko menjadikan tempat ini sebagai tujuan ziarah kelompok Neo-Nazi, terlebih saat gelombang politik sayap kanan tengah naik daun di Jerman. Di sisi lain, ada yang ingin bangunan segera direnovasi karena nilai sejarah dan dampak ekonominya bagi daerah.
Profesor sejarah dari Universitas LMU Munich, Isabel Heinemann, menegaskan bahwa Jerman punya tanggung jawab abadi untuk mengakui masa lalunya. Meski begitu, ia memperingatkan bahwa membangun ulang situs ini secara total berarti mengembalikan arsitektur yang sarat akan ideologi Nazi. Sementara itu, pusat dokumentasi sejarah yang berada tak jauh dari lokasi beruntung selamat dari amukan api, sehingga informasi mengenai kekejaman rezim Hitler tetap bisa diakses publik.