KRISIS KESEHATAN MELANDA TEPI BARAT, OBAT KANKER MENIPIS - Berita Dunia
← Kembali

KRISIS KESEHATAN MELANDA TEPI BARAT, OBAT KANKER MENIPIS

Foto Berita

Kondisi layanan kesehatan di Tepi Barat yang diduduki Israel kini berada di titik kritis. Rumah sakit pemerintah, termasuk Beit Jala Government Hospital—satu-satunya fasilitas pemerintah di Governorat Bethlehem yang melayani sekitar 320.000 jiwa—terdampak parah akibat krisis pendanaan yang berkepanjangan.

Dampak paling nyata dirasakan oleh para pasien kanker. Dr. Khaldoun Atwan, kepala unit onkologi siang, mengungkapkan bahwa stok obat kemoterapi kian menipis. Banyak pasien mengalami kemunduran kondisi karena melewatkan jadwal pengobatan atau tidak mendapat pasokan obat yang esensial. "Semuanya serba kurang... apa pun yang tersedia, itulah yang kami berikan. Ini bencana," ujarnya, seperti dikutip dari laporan media internasional.

Krisis ini berakar pada ambruknya keuangan Otoritas Palestina (PA) dalam tiga tahun terakhir. Penurunan bantuan internasional serta terganggunya transfer pendapatan pajak oleh Israel menjadi pemicu utama. Situasi diperparah oleh pembatasan akses, termasuk penutupan jalan dan pos pemeriksaan militer yang membuat mobilitas tenaga medis dan pasien semakin sulit.

Imbasnya, para tenaga kesehatan hanya menerima setengah dari gaji mereka. Hal ini memaksa dokter dan staf untuk bekerja paruh waktu karena tidak mampu menanggung biaya transportasi. Layanan klinik kementerian pun beroperasi secara terbatas, dengan dokter yang harus melayani lebih dari 100 pasien dalam sehari.

Selain itu, biaya berobat semakin memberatkan masyarakat. Seorang pasien kanker lansia mengeluh harus merogoh kocek 200 shekel (sekitar Rp860 ribu) hanya untuk pemeriksaan rutin. Kini, rumah sakit terpaksa memprioritaskan penanganan kasus darurat saja, sementara beban psikologis dan finansial terus menghimpit warga Tepi Barat.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook