Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas. Koalisi militer pimpinan Arab Saudi mengumumkan telah menggagalkan serangan besar-besaran yang dilancarkan kelompok Houthi dari Yaman. Dalam pernyataan resminya, juru bicara koalisi, Turki Al-Maliki, mengonfirmasi bahwa pihaknya berhasil mencegat dan menghancurkan tiga proyektil balistik yang menyasar wilayah vital Kerajaan Saudi.
Rincian serangan tersebut menyasar Ibu Kota Riyadh dengan satu misil balistik, sementara dua lainnya diarahkan ke Kota Khamis Mushait di bagian barat daya. Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengklaim bahwa target utama mereka adalah Bandara Internasional King Khalid di Riyadh serta pangkalan udara militer di Khamis Mushait. Aksi ini merupakan balasan atas agresi koalisi yang berlanjut di Yaman.
Dampak dari eskalasi ini sangat terasa bagi warga sipil. Bandara Internasional King Khalid terpaksa ditutup total hingga akhir pekan ini setelah serangan sebelumnya menelan korban jiwa. Sedikitnya 14 orang dilaporkan tewas dan ratusan lainnya luka-luka dalam beberapa hari terakhir akibat serangan bertubi-tubi. Maskapai penerbangan pun ramai-ramai membatalkan jadwal penerbangan mereka ke Riyadh.
Menteri Energi Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman, menegaskan bahwa serangan ini adalah ujian berat bagi ketahanan negara. Ia menegaskan bahwa program transformasi ekonomi Vision 2030 tidak boleh terganggu dan investasi harus terus berjalan. Sementara itu, pihak berwenang sedang menyelidiki mengapa sistem pertahanan udara gagal mendeteksi gelombang serangan yang menggunakan kombinasi drone dan misil jelajah tersebut.