Keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menghentikan sementara tarif daging sapi impor selama 90 hari pada akhir Agustus lalu menuai protes keras dari kalangan peternak lokal. Kebijakan yang bertujuan menekan harga daging di pasar konsumen ini justru dianggap sebagai pengkhianatan oleh para peternak yang tengah bersiap menjual ternak mereka.
Dampaknya terasa instan: harga sapi di lelang anjlok drastis dan memangkas keuntungan peternak. Asosiasi Peternak Sapi Nasional AS (NCBA) dan Biro Pertanian menentang keras langkah tersebut, begitu pula sejumlah politisi Partai Republik dari daerah pedesaan yang mulai menjauh dari kebijakan ini.
Meski demikian, dampak politiknya menjelang pemilu tengah tahun (midterms) masih abu-abu. Sebagian peternak, seperti Chad Basinger dari Kansas, ragu isu ini akan menggoyang pilihan politik mereka, terutama dengan adanya bantuan pertanian senilai 8 miliar dolar AS yang baru diumumkan. Namun, para pengamat ekonomi pertanian khawatir kebijakan ini mengirim sinyal yang salah. Alih-alih mendorong peternak untuk memperbesar produksi di tengah populasi ternak yang menyusut sejak 1951, harga impor yang murah justru berpotensi mematikan gairah peternak lokal untuk berkembang.