SELAT HORMUZ KIAN MEMANAS, EKONOMI DUNIA TERANCAM KRISIS! - Berita Dunia
← Kembali

SELAT HORMUZ KIAN MEMANAS, EKONOMI DUNIA TERANCAM KRISIS!

Foto Berita

Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas, membawa Selat Hormuz, jalur air paling vital di dunia, ke pusat perhatian. Alur sempit ini, yang menjadi urat nadi perdagangan minyak dan gas global, kini dihadapkan pada ancaman serius akibat eskalasi konflik.

Terbaru, Amerika Serikat mengerahkan kapal induk bertenaga nuklir USS Gerald R Ford ke Teluk, menyusul penumpukan militer terbesar sejak invasi Irak 2003, menjadi sinyal panas. Iran pun tak tinggal diam. Pekan ini, mereka memberi 'peringatan' dengan menutup sementara sebagian Selat Hormuz untuk latihan militer tembak langsung.

Mengapa Selat Hormuz begitu krusial? Bayangkan, lebih dari setengah triliun dolar AS atau sekitar Rp7.500 triliun minyak dan gas melintas di sini setiap tahun. Sekitar 20 persen pasokan minyak mentah dunia dan seperlima kargo gas alam cair (LNG) global, khususnya dari Qatar, juga mengalir melalui jalur ini. Selat ini menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab, membentang antara Iran di utara serta Oman dan Uni Emirat Arab di selatan. Meskipun lebarnya hanya sekitar 33 kilometer di titik tersempit, ia mampu menampung kapal tanker minyak terbesar di dunia.

Negara-negara pengekspor besar di Timur Tengah seperti Arab Saudi, Irak, Kuwait, Qatar, dan UEA sangat bergantung pada Selat Hormuz untuk mengirimkan pasokan energinya ke pasar internasional. Di sisi lain, negara-negara pengimpor, terutama di Asia seperti Tiongkok, India, Jepang, dan Korea Selatan, yang menyerap 84 persen minyak mentah dan 83 persen LNG dari jalur ini, menggantungkan kelancaran operasional selat ini untuk keberlangsungan ekonomi mereka.

Latihan militer Iran, meski sementara, adalah peringatan keras tentang potensi konsekuensi ekonomi global jika ketegangan di kawasan ini meledak. Setiap gangguan berkepanjangan di Selat Hormuz bukan hanya mengguncang produsen dan negara-negara pengimpor, tapi juga akan memicu gejolak harga energi dunia yang berujung pada krisis ekonomi global. Kondisi ini menegaskan betapa rentannya ekonomi global terhadap ketidakstabilan di titik-titik vital seperti Selat Hormuz.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook