RUSIA SERANG PEMBANGKIT NUKLIR, ZELENSKY MENGAMUK - Berita Dunia
← Kembali

RUSIA SERANG PEMBANGKIT NUKLIR, ZELENSKY MENGAMUK

Foto Berita

London, Inggris – Tensi perang Rusia-Ukraina kembali memanas setelah serangan drone Rusia menghantam fasilitas penyimpanan bahan bakar nuklir bekas di dekat pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl, Ukraina utara. Insiden ini terjadi tepat saat Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menjamu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Downing Street, Minggu (14/7), bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Friedrich Merz untuk membahas dukungan Eropa.

Menurut otoritas Kyiv, serangan itu menyebabkan kebakaran yang berhasil dipadamkan. Meski tidak ada korban jiwa dan tingkat radiasi dilaporkan masih stabil, Zelensky mengecam aksi tersebut sebagai 'serangan Rusia yang keji dan disengaja'. Operator nuklir negara Ukraina, Enerhoatom, mengonfirmasi bahwa serangan itu 'menghancurkan sebagian' bangunan penyimpanan limbah nuklir.

Analis keamanan menilai serangan ke Chernobyl bukanlah kebetulan. Lokasi ini memiliki nilai simbolis yang sangat sensitif sejak bencana 1986. Tindakan Rusia dianggap sebagai pesan provokatif kepada Barat, sekaligus menguji batas kesabaran komunitas internasional di tengah kebuntuan negosiasi damai. Ini juga memicu kekhawatiran baru akan keselamatan nuklir di zona perang.

Tak hanya itu, serangan terpisah di desa dekat Zaporizhzhia, Ukraina tenggara, menewaskan sedikitnya tiga orang. Wilayah itu terus menjadi sasaran empuk serangan Rusia. Dalam sepekan terakhir, Moskow dilaporkan meluncurkan 88 rudal, lebih dari 3.250 drone, dan 1.800 bom berpemandu ke berbagai wilayah Ukraina.

Sementara itu, Ukraina tidak tinggal diam. Kyiv melancarkan serangan drone 'belum pernah terjadi sebelumnya' ke St Petersburg, Rusia, saat kota itu menjadi tuan rumah forum ekonomi utama. Langkah ini menunjukkan peningkatan kapabilitas pertahanan Ukraina yang kini mampu menghantam target jauh di dalam wilayah Rusia.

Pertemuan di London antara pemimpin E3 (Inggris, Prancis, Jerman) ini menjadi krusial. Mereka adalah arsitek utama 'koalisi negara yang bersedia' untuk memberikan jaminan keamanan bagi Ukraina. Namun, upaya damai menemui jalan buntu setelah Putin menolak ajakan negosiasi langsung dari Zelensky pada Jumat lalu.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook