TIGRAY MENCEKAM: DAMAI DI UJUNG TANDUK? - Berita Dunia
← Kembali

TIGRAY MENCEKAM: DAMAI DI UJUNG TANDUK?

Foto Berita

Situasi di wilayah Tigray, Ethiopia utara, kembali memanas setelah serangan drone dilaporkan menewaskan satu orang dan melukai satu lainnya. Insiden ini, yang terjadi di dekat Enticho dan Gendebta, mengindikasikan potensi kembalinya konflik bersenjata setelah perjanjian damai pada akhir 2022 yang mengakhiri perang saudara dua tahun.

Seorang pejabat Tigrayan menuduh Angkatan Pertahanan Nasional Ethiopia (ENDF) sebagai pelaku serangan pada Sabtu lalu, yang menyasar dua truk Isuzu. Namun, belum ada bukti konkret yang diberikan. Sementara media terafiliasi TPLF (Tigray People's Liberation Front) mengklaim truk tersebut mengangkut bantuan makanan, aktivis pro-pemerintah justru menyebutnya membawa senjata.

Peristiwa ini memperparah ketegangan yang sudah ada. Sebelumnya, bentrokan bersenjata juga terjadi di Tsemlet, Tigray barat, sebuah wilayah sengketa yang diklaim oleh pasukan dari Amhara. Kehadiran pasukan dari wilayah Amhara dan negara tetangga Eritrea di Tigray sendiri dianggap melanggar kesepakatan damai November 2022.

Kondisi ini menambah daftar panjang tantangan bagi masyarakat Tigray. Selain ancaman konflik, wilayah ini juga menghadapi krisis kemanusiaan parah. Pemotongan dana dari USAID tahun lalu, yang sebelumnya menjadi sumber bantuan terbesar, memperburuk keadaan. Saat ini, hingga 80 persen populasi membutuhkan bantuan darurat, dan sistem kesehatan sangat terbebani.

Menyikapi situasi yang kian genting, Ethiopian Airlines bahkan telah membatalkan penerbangan ke Tigray, membuat warga berbondong-bondong menarik uang dari bank karena kekhawatiran yang meningkat. Ketua Uni Afrika, Mahmoud Ali Youssouf, telah menyerukan semua pihak untuk menahan diri semaksimal mungkin dan menyelesaikan isu-isu yang ada melalui dialog konstruktif.

Analisis menunjukkan bahwa ketidakmampuan untuk sepenuhnya mengimplementasikan perjanjian damai, terutama terkait penarikan pasukan asing dan pelucutan senjata pasukan Tigray, menjadi pemicu utama kembali memanasnya situasi. Ini adalah pertanda buruk bagi stabilitas regional dan berpotensi memicu gelombang krisis kemanusiaan yang lebih besar jika konflik kembali pecah secara meluas.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook