PEREMPUAN YAMEN BIKIN KUE, LALU BELI PELURU - Berita Dunia
← Kembali

PEREMPUAN YAMEN BIKIN KUE, LALU BELI PELURU

Foto Berita

Perang di Kota Taiz, Yaman, kembali memanas sejak awal September lalu. Kelompok Houthi yang didukung Iran melancarkan serangan darat besar-besaran dan berhasil merebut wilayah strategis, termasuk pelabuhan Mocha. Kota Taiz pun kini terkepung, membuat warga sipil kesulitan mendapatkan makanan, bahan bakar, dan obat-obatan.

Di tengah situasi mencekam itu, aksi solidaritas warga justru bermunculan. Awalnya, para perempuan di Taiz secara spontan mengorganisir diri untuk memanggang kue dan menyiapkan makanan bagi para tentara yang bertempur di garis depan. Aksi ini viral di media sosial dan mendapat dukungan luas.

Namun, seiring intensitas pertempuran yang makin tinggi, inisiatif warga ini ikut berubah. Kebutuhan di medan perang membuat para relawan perempuan ini mulai menggalang dana, tidak hanya untuk logistik, tetapi juga untuk membeli amunisi dan senjata. Mereka mengaku merasa 'terpaksa' bertindak karena khawatir kota mereka akan jatuh ke tangan Houthi.

Fenomena ini menjadi cermin pahit dari perang saudara yang telah berlangsung lama di Yaman. Di negara konservatif yang merupakan salah satu yang termiskin di Timur Tengah ini, perempuan biasanya tidak terlibat langsung dalam pertempuran. Namun, tekanan perang telah mendorong mereka mengambil peran aktif dalam upaya pertahanan kota, mengubah dapur umum menjadi mesin pendukung logistik perang.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook