MUNDURNYA BANGLADESH DARI T20 WORLD CUP: KRIKET DI TENGAH BADAI POLITIK - Berita Dunia
← Kembali

MUNDURNYA BANGLADESH DARI T20 WORLD CUP: KRIKET DI TENGAH BADAI POLITIK

Foto Berita

Kegembiraan fans kriket Bangladesh untuk T20 World Cup mendadak sirna. Keputusan kontroversial Dewan Kriket Bangladesh untuk menarik tim nasional mereka dari turnamen yang digelar di India, dengan alasan keamanan, kini bukan hanya sekadar isu olahraga, melainkan telah memantik api perselisihan politik yang lebih dalam antara Dhaka dan New Delhi. Permintaan kepada Dewan Kriket Internasional (ICC) untuk memindahkan pertandingan ke Sri Lanka pun kandas, memaksa Bangladesh mundur dan posisinya digantikan Skotlandia.

Lebih dari sekadar kekecewaan penggemar yang harus membatalkan rencana menonton langsung, insiden ini memicu gelombang perdebatan panas di Bangladesh. Publik terbelah antara mendukung sikap pemerintah yang dinilai tegas menjaga kedaulatan, atau mengkhawatirkan dampak jangka panjang bagi masa depan olahraga paling populer di negara itu, termasuk potensi sanksi atau isolasi internasional. Pengamat menilai ICC telah menunjukkan 'standar ganda' dalam kasus ini, menambah keruh suasana.

Bukan rahasia lagi, ketegangan politik antara Bangladesh dan India memang sedang memanas. Mulai dari sengketa perdagangan, keberadaan mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina yang melarikan diri ke India pasca-penggulingannya pada Agustus 2024, hingga insiden pencoretan pebola kriket cepat Mustafizur Rahman dari Indian Premier League, semuanya disebut memperkeruh suasana. Kriket, yang kerap disebut sebagai 'arena emosional publik' Bangladesh, pun menjadi medan pertempuran simbolis atas isu keamanan dan harga diri bangsa, mendominasi obrolan media sosial hingga acara bincang-bincang televisi.

Padahal, baru sekitar setahun lalu hubungan kedua negara sempat menunjukkan tanda-tanda membaik setelah gejolak massa Juli 2024 di Bangladesh. Kunjungan Menteri Luar Negeri India S. Jaishankar ke Dhaka dan surat rekonsiliasi dari PM Narendra Modi kepada Tarique Rahman, putra Khaleda Zia, sempat menumbuhkan optimisme. Namun, aksi Dewan Kontrol Kriket India (BCCI) yang menarik kriket ke pusaran konflik politik kembali memanaskan suasana, membuat harapan akan pencairan hubungan kembali pupus. Situasi ini menunjukkan bagaimana olahraga bisa menjadi cerminan sekaligus korban dari dinamika geopolitik yang kompleks.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook