HEBOH KEPULANGAN TIMNAS IRAN: SUAKA DITARIK, ADA TEKANAN? - Berita Dunia
← Kembali

HEBOH KEPULANGAN TIMNAS IRAN: SUAKA DITARIK, ADA TEKANAN?

Foto Berita

Tim nasional sepak bola wanita Iran akhirnya tiba kembali di Teheran, Iran, setelah sebelumnya menjadi sorotan internasional. Kepulangan mereka bukan tanpa drama; beberapa pemain sempat mengajukan permohonan suaka di Australia, namun belakangan menariknya kembali dan memutuskan untuk pulang kampung.

Drama ini bermula awal bulan ini, saat enam pemain dan satu staf pendukung tim yang bertanding di Piala Asia Wanita di Australia mencari suaka. Keputusan ini muncul setelah mereka panen kritik keras dari kelompok garis keras di Iran karena dianggap tidak menyanyikan lagu kebangsaan sebelum pertandingan pertama mereka. Isu ini langsung memicu kekhawatiran global, apalagi di tengah tensi geopolitik terkait isu Iran.

Aktivis hak asasi manusia menuding pemerintah Iran menekan keluarga para atlet, bahkan sampai memanggil orang tua mereka untuk diinterogasi. Mantan pemain nasional Iran yang kini mengasingkan diri dan aktif mengampanyekan hak-hak wanita, Shiva Amini, bahkan berani menyatakan bahwa rezim Iran menyandera keluarga para pemain, sehingga mereka terpaksa menarik suaka dan kembali.

Namun, Teheran punya versi cerita yang berbeda. Mereka menuduh Australia sengaja mencoba memaksa para atlet untuk membelot. Farideh Shojaei, seorang pejabat sepak bola Iran yang ikut mendampingi tim ke Australia, mengklaim bahwa para pemain ditawari berbagai iming-iming, mulai dari rumah, mobil, uang, janji kontrak dengan klub profesional, hingga visa kemanusiaan, agar tidak kembali ke Iran.

Meski begitu, lima dari enam pemain yang sempat mengajukan suaka akhirnya berubah pikiran dan kembali bersama kapten tim, Zahra Ghanbari, dan anggota tim lainnya. Mereka tiba di Iran pada Rabu setelah perjalanan panjang via Malaysia, Oman, dan Turki. Hanya dua anggota skuad yang memilih tetap di Australia.

Setibanya di Teheran, para pemain disambut layaknya pahlawan. Ribuan orang memadati Lapangan Valiasr di pusat kota Teheran pada Kamis malam, mengibarkan bendera Iran dan bersorak-sorai. Lapangan tersebut memang sering jadi lokasi unjuk rasa pro-pemerintah belakangan ini. Sebuah papan reklame raksasa terpampang dengan slogan 'Pilihanku. Tanah Airku' menampilkan para pemain berhijab lengkap dengan seragam nasional mereka sedang memberi hormat bendera Iran.

Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, yang didampingi para pemain di atas panggung, menegaskan, โ€œYang pasti, para atlet ini setia pada tanah air, bendera, pemimpin, dan revolusi.โ€ Fatemeh Mohajerani, juru bicara pemerintah Iran dan salah satu wanita paling berpengaruh di politik Iran, menambahkan, โ€œSemua rakyat Iran menunggu kalian; selamat datang di Iran.โ€ Bahkan, gambar AI raksasa para pemain diproyeksikan di layar, menunjukkan mereka berjanji setia pada bendera Iran dengan latar belakang ikon-ikon nasional.

Situasi ini menggambarkan dilema yang kompleks antara kebebasan individu seorang atlet dan loyalitas terhadap negaranya, terutama di negara dengan kontrol ketat seperti Iran. Tuduhan saling silang antara tekanan pemerintah dan tawaran suaka dari negara lain menambah kerumitan, menyisakan pertanyaan besar tentang kehendak bebas di balik keputusan para atlet ini.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook