Pemerintah Mexico baru saja mengeluarkan kebijakan tegas untuk melindungi anak-anak di dunia maya. Presiden Claudia Sheinbaum menandatangani dekrit presiden yang mewajibkan raksasa teknologi seperti TikTok, Meta, dan X untuk menyaring konten berbahaya bagi anak di bawah umur.
Dekrit ini bukan sekadar imbauan. Platform digital diberi waktu hanya satu bulan untuk menyesuaikan sistem mereka. Mereka wajib membatasi konten kekerasan, pelecehan, hingga konten seksual secara otomatis, serta menghapus materi berisiko dari profil anak-anak.
Langkah ini diambil setelah insiden tragis penembakan di sebuah sekolah di Coahuila awal Oktober lalu yang menewaskan satu orang. Sheinbaum menegaskan, jika platform gagal mematuhi aturan ini, pemerintah tidak segan mengesahkannya menjadi undang-undang dengan sanksi hukum yang jelas.
Kebijakan Mexico ini mengikuti tren global yang semakin ketat mengawasi platform digital, mirip dengan langkah yang diambil Australia dan Brasil. Namun, tantangan terbesarnya tetap sama: bagaimana menyeimbangkan perlindungan anak dengan kebebasan berekspresi dan privasi pengguna.