Toronto, Kanada — Perdana Menteri Kanada Mark Carney tengah berupaya keras mengurangi ketergantungan negaranya terhadap Amerika Serikat (AS). Namun, langkahnya mereformasi ekonomi justru berbenturan dengan serikat pekerja. Perselisihan terbaru menyangkut hak mogok, dipicu oleh Rancangan Undang-Undang C-39 atau Building Canada Strong Act.
RUU ini menjanjikan percepatan perizinan proyek besar dan kepastian bagi investor. Namun, ada pasal kontroversial: pemerintah akan punya kewenangan lebih besar untuk mengintervensi pemogokan legal di sektor yang diatur federal. Serikat pekerja menilai ini sebagai ancaman serius terhadap hak dasar mereka.
Tekanan dari AS semakin memperumit situasi. Presiden Donald Trump kembali menerapkan tarif tinggi pada produk Kanada dan melemahkan perjanjian dagang. Mengingat hampir 80 persen ekspor Kanada menuju AS, dampaknya sangat terasa. Gerakan "Buy Canadian" dan slogan "elbows up" pun menjadi simbol perlawanan nasional.
Serikat pekerja terbesar, Canadian Union of Public Employees (CUPE), yang mewakili 800.000 anggota, bahkan siap melanggar aturan pembatasan hak mogok jika RUU ini lolos tanpa amandemen. Presiden CUPE, Mark Hancock, mengakui Carney menghadapi Trump dengan baik, tetapi ia mempertanyakan: "Tetapi dengan harga apa?"
Inti kontroversi ada pada Pasal 107 Canada Labour Code, yang memberi Menteri Tenaga Kerja kewenangan luas untuk menghentikan pemogokan dan memaksa arbitrase. Sejak 2024, pasal ini sudah dipakai delapan kali dalam sengketa maskapai, kereta api, pelabuhan, dan pos. RUU C-39 justru menambah dua syarat baru sebelum pasal itu digunakan, bukan membatasi atau menghapusnya.
Dampak bagi Masyarakat: Jika RUU ini disahkan, hak mogok pekerja di sektor vital seperti transportasi, pos, dan pelabuhan bisa semakin dibatasi. Masyarakat mungkin menghadapi lebih banyak intervensi pemerintah dalam sengketa buruh, yang berpotensi menurunkan daya tawar pekerja. Di sisi lain, pemerintah berdalih langkah ini demi stabilitas ekonomi dan investasi. Namun, gelombang protes dari serikat pekerja diperkirakan akan meningkat, memicu ketegangan sosial dan politik di Kanada.