Bannu, Pakistan - Dua ledakan bom pinggir jalan yang terjadi secara beruntun di barat laut Pakistan menewaskan sedikitnya tujuh orang. Peristiwa mengerikan ini terjadi di Distrik Bannu, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, yang berbatasan langsung dengan Afghanistan.
Menurut keterangan polisi setempat, Yasir Afridi, ledakan pertama pada Sabtu (22/3) menghantam sebuah kendaraan pick-up yang membawa penumpang. Bom rakitan (IED) itu diledakkan dari jarak jauh menggunakan kendali remot. Saat tim penyelamat dan warga mengevakuasi korban luka ke rumah sakit, ledakan kedua kembali mengguncang lokasi kejadian. Akibatnya, jumlah korban bertambah. Tiga orang lainnya dilaporkan luka-luka.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengutuk keras serangan ini dan berjanji akan mengejar pelaku kejahatan. Hingga saat ini, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab. Namun, aparat keamanan mencurigai keterlibatan Taliban Pakistan (TTP) dan kelompok bersenjata lain yang memang aktif di kawasan perbatasan.
Analisis Dampak: Ledakan ini kembali memanaskan hubungan Pakistan-Afghanistan. Islamabad kerap menuduh Kabul menjadi sarang kelompok militan yang melancarkan serangan lintas batas. Meski pemerintah Taliban Afghanistan membantah, fakta di lapangan menunjukkan eskalasi kekerasan. Bulan ini saja, serangan udara Pakistan di perbatasan menewaskan sedikitnya 26 militan dan 12 warga sipil Afghanistan. Akibatnya, perbatasan kedua negara hampir lumpuh total sejak Oktober lalu, menghambat perdagangan dan pergerakan warga. Situasi ini menunjukkan bahwa konflik keamanan di kawasan tersebut tidak hanya memakan korban jiwa, tetapi juga menghancurkan ekonomi dan hubungan diplomatik yang sudah rapuh.