Accra, Ghana - Otoritas Ghana menangkap tujuh wanita karena diduga menyalahgunakan mata uang nasional, cedi, dengan cara yang tidak biasa. Mereka ditangkap karena membuat 'buket uang' dan menghiasi kue menggunakan lembaran uang asli.
Bank of Ghana menegaskan praktik ini melanggar hukum karena dianggap merusak dan menodai nilai mata uang negara. Penangkapan ini bermula dari informasi masyarakat yang melaporkan aktivitas penjualan buket uang di berbagai wilayah ibu kota, Accra.
Ini merupakan penindakan terbesar terhadap pelanggaran aturan penggunaan mata uang. Sebelumnya pada Juli lalu, bank sentral telah mengeluarkan peringatan resmi terkait larangan tindakan yang dapat menurunkan nilai cedi. Para pelaku terancam hukuman denda atau penjara sesuai keputusan pengadilan.
Pejabat departemen mata uang Bank of Ghana, Dinah Bonzi, menegaskan bahwa siapa pun yang membantu atau mempromosikan kegiatan ini bisa ikut dituntut. "Cedi Ghana adalah alat pembayaran yang sah dan harus diperlakukan dengan hormat," ujarnya.
Fenomena buket uang ini sebenarnya sudah menjadi tren umum di Ghana untuk hadiah pernikahan, ulang tahun, dan wisuda. Namun, bank sentral memperingatkan bahwa tindakan seperti menyemprot uang (spraying), menulis di atas uang, atau menggunakannya sebagai dekorasi adalah pelanggaran serius.