Donetsk, Ukraina Timur – Serangan drone kembali memakan korban jiwa di wilayah konflik Rusia-Ukraina. Kali ini, sebuah bus yang tengah melintas di wilayah Donetsk yang dikuasai Rusia menjadi sasaran. Akibatnya, sedikitnya tujuh orang tewas dan 11 lainnya luka-luka.
Informasi ini disampaikan langsung oleh Denis Pushilin, pemimpin wilayah Donetsk yang ditunjuk Rusia. Melalui saluran Telegram, ia menyebut bus tersebut tengah dalam perjalanan dari Moskow menuju Simferopol, Krimea. Sementara itu, agensi berita Rusia, Tass, melaporkan Komite Investigasi Rusia telah membuka penyelidikan dengan status 'serangan teroris'.
Serangan ini terjadi di tengah eskalasi dramatis serangan udara dari kedua kubu. Di hari yang sama, Ukraina melancarkan serangan balasan besar-besaran. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengonfirmasi bahwa pihaknya berhasil menghantam fasilitas vital Rusia, termasuk Terminal Minyak Petersburg yang berjarak 1.100 kilometer dari perbatasan Ukraina, serta pangkalan militer Kronstadt.
Analisis Dampak: Serangan ini menunjukkan perang sudah tidak lagi mengenal batas garis depan. Ukraina kini mampu menyerang jauh ke dalam wilayah Rusia, mengancam infrastruktur energi dan militer mereka. Di sisi lain, Rusia terus menggencarkan serangan drone dan rudal ke kota-kota Ukraina. Situasi ini memicu kekhawatiran akan semakin meluasnya korban sipil, baik di Ukraina maupun di Rusia. Serangan balasan ini juga menjadi tekanan psikologis bagi warga Rusia yang selama ini merasa aman dari dampak langsung perang.