RUPIAH LEBIH PARAH DARI KRISIS 98, DOLAR DAN MINYAK JADI BIANGNYA - Berita Dunia
← Kembali

RUPIAH LEBIH PARAH DARI KRISIS 98, DOLAR DAN MINYAK JADI BIANGNYA

Foto Berita

Jakarta, CNN Indonesia – Tekanan ekonomi global kembali menghantam Asia. Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) yang agresif, lonjakan harga energi, dan ketidakpastian pasar akibat konflik di kawasan Teluk, khususnya Selat Hormuz, membuat nilai tukar sejumlah mata uang Asia terpuruk. Dampaknya sudah terasa nyata: Rupee India dan Peso Filipina menyentuh level terendah sepanjang masa. Lebih mengkhawatirkan lagi, Rupiah Indonesia saat ini berada di posisi yang lebih lemah dibandingkan saat puncak krisis moneter 1998.

Para analis menilai situasi ini sangat kritis. Investor global sedang dalam mode 'risk-off', yaitu menarik dana dari pasar negara berkembang dan berlindung ke aset aman seperti dolar AS atau emas. Akibatnya, permintaan terhadap dolar melonjak, sementara mata uang Asia justru kebanjiran tekanan jual. Bank sentral dari Jepang hingga Korea Selatan sudah menggelontorkan miliaran dolar untuk menahan laju pelemahan, namun hasilnya belum maksimal.

Dampaknya langsung terasa di kehidupan sehari-hari. Negara-negara Asia yang sangat bergantung pada impor energi, seperti Indonesia, harus membayar lebih mahal untuk minyak mentah yang dibeli dalam dolar. Biaya ini pada akhirnya akan dibebankan ke konsumen, mulai dari harga BBM, tarif listrik, hingga harga bahan pokok yang diangkut menggunakan truk. Dengan kata lain, tekanan inflasi dari sisi biaya produksi (cost-push inflation) diprediksi akan meningkat dalam beberapa bulan ke depan.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook