Serangan rudal balistik Rusia kembali mengguncang Kiev, Ukraina. Kali ini, sasarannya adalah fasilitas energi vital bernama Darnytska CHP-4 (CHPP-4) yang memasok listrik dan pemanas untuk warga ibu kota. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menyayangkan serangan ini karena terjadi tanpa peringatan dini dari mitra internasional.
Akibat serangan pada Selasa malam waktu setempat, sebuah gedung apartemen juga turut rusak. Wali Kota Kiev, Vitali Klitschko, melaporkan satu orang tewas dan 13 lainnya luka-luka, dengan empat korban dalam kondisi kritis.
Insiden ini menjadi pukulan telak bagi kesepakatan gencatan senjata energi yang baru saja diumumkan Presiden AS, Donald Trump, dua hari sebelumnya. Meski Rusia menyatakan setuju, nyatanya serangan udara masih terus terjadi. Zelensky menegaskan bahwa Ukraina mematuhi kesepakatan, namun Rusia justru menghancurkan infrastruktur mereka.
Di sisi lain, Trump membantah tudingan bahwa AS memutus akses intelijen yang membuat Ukraina buta terhadap ancaman rudal. Ia menyatakan AS masih berbagi informasi dan berupaya mengakhiri perang, meski tidak secara tegas menyebut Rusia melanggar gencatan senjata.