Polisi Bangladesh mengungkap praktik perdagangan manusia yang mengerikan. Sebanyak 20 warga negara itu dilaporkan tewas setelah dijadikan 'umpan' oleh militer Rusia untuk melacak posisi pasukan musuh di medan perang Ukraina.
Komandan Pasukan Khusus Polisi Bangladesh, Mohammad Asaduzzaman, mengatakan pihaknya telah menangkap dua tersangka utama, Mizanur Rahman dan Abu Taher. Keduanya diduga kuat terlibat dalam jaringan sindikat yang merekrut setidaknya 30 orang dengan janji palsu pekerjaan bergaji tinggi di Rusia.
Namun, sesampainya di sana, para korban justru dipaksa menyerahkan paspor dan ponsel mereka. Mereka kemudian diserahkan ke militer Rusia. Tragisnya, 17 orang yang tiba pada awal Mei tewas di hari pertama penugasan setelah hanya menerima pelatihan minim. Total, 20 warga Bangladesh telah dikonfirmasi tewas.
"Warga Bangladesh digunakan sebagai umpan untuk menemukan posisi musuh," ujar Asaduzzaman, seperti dikutip media internasional. Ia menjelaskan, pasukan Rusia menentukan langkah selanjutnya setelah para korban menjadi sasaran serangan drone.
Selain 20 orang yang tewas, dua korban lainnya saat ini dirawat di rumah sakit Moskow, sementara enam orang masih berada di medan pertempuran. Para korban diketahui berasal dari latar belakang ekonomi lemah dan harus membayar sekitar Rp 130 juta untuk mendapatkan 'pekerjaan palsu' tersebut.
Analisis & Dampak:
Kasus ini membuka tabir gelap rekrutmen tentara bayaran asing dalam konflik Rusia-Ukraina. Data menunjukkan sekitar 28.000 warga asing dari 136 negara telah bergabung dengan militer Rusia. Amnesty International sebelumnya juga menuduh Moskow menggunakan praktik 'menyesatkan dan eksploitatif' untuk merekrut orang asing.
Bagi masyarakat Indonesia, kasus ini menjadi peringatan keras terhadap modus penipuan lowongan kerja di luar negeri. Modus 'high-paying job' yang berujung pada zona perang bukanlah hal baru. Pemerintah diminta memperketat pengawasan terhadap agen tenaga kerja ilegal untuk mencegah warga negara menjadi korban berikutnya dalam konflik geopolitik yang tidak ada kaitannya dengan mereka.