Jakarta - Mantan negosiator Brexit dari Uni Eropa, Michel Barnier, melontarkan peringatan tegas kepada Inggris yang berencana mendekatkan diri kembali ke pasar tunggal Eropa. Barnier menegaskan bahwa Inggris tidak bisa memilih-milih (cherry-picking) aturan yang menguntungkan saja tanpa mematuhi kewajiban lainnya.
Pernyataan ini muncul sebagai respons atas keinginan Perdana Menteri Andy Burnham yang ingin menjajaki kembali hubungan ekonomi yang lebih erat dengan Eropa. Burnham sebelumnya sempat menyebut opsi bergabung kembali dengan pasar internal blok tersebut sebagai salah satu langkah yang bisa diambil pasca-Brexit.
Namun, Barnier menekankan bahwa pintu masuk ke pasar tunggal bukanlah menu restoran yang bisa dipesan sesuai selera. Inggris harus menerima konsekuensi dari konsep 'Empat Kebebasan' (Four Freedoms) yang menjadi syarat mutlak keanggotaan, termasuk di dalamnya kebebasan bergerak bagi warga negara (free movement of people).
"Tidak ada kemungkinan untuk memiliki satu kebebasan tanpa yang lain. Empat kebebasan adalah syarat jelas untuk berada di dalam pasar tunggal," tegas Barnier seperti dikutip dari BBC.
Isu kebebasan bergerak ini sendiri menjadi salah satu poin sensitif dalam politik domestik Inggris, mengingat hal tersebut merupakan isu kunci saat referendum Brexit 2016 lalu. Meski begitu, Barnier menegaskan bahwa pintu bagi Inggris untuk kembali menjadi anggota penuh Uni Eropa tetap terbuka.
Analisis Dampak: Bagi masyarakat Inggris, pernyataan ini menjadi tamparan realita bahwa 'perceraian' dengan Eropa tidak bisa setengah-setengah. Jika ingin menikmati keuntungan ekonomi pasar tunggal, Inggris harus siap kembali membuka pintu bagi imigran Eropa, sesuatu yang secara politis masih sulit diterima oleh sebagian besar publik Inggris saat ini.