Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memastikan kerja sama intelijen militer dengan Amerika Serikat (AS) kini berjalan normal kembali. Kepastian ini disampaikan Zelensky usai bertemu Utusan Khusus Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, di Oslo, Norwegia. Sebelumnya, Kyiv sempat menuduh Washington menahan informasi intelijen penting terkait serangan rudal mematikan Rusia. Tudingan itu dibantah keras oleh Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio yang menyebutnya sebagai klaim skandal.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Finlandia Alexander Stubb turut hadir. Stubb menyebut ada kemajuan nyata dalam proposal perdamaian, namun ia memperingatkan bahwa kesabaran tetap diperlukan karena prosesnya tidak akan instan. Zelensky menegaskan bahwa pihaknya sangat berterima kasih karena sistem peringatan dini serangan balistik kini berfungsi lagi. Ia juga berharap ada hasil positif terkait akses satelit Starlink milik SpaceX yang sempat dilaporkan mengalami pembatasan kecepatan oleh militer Ukraina.
Meski begitu, hubungan AS dan Ukraina masih memanas. Trump baru-baru ini melontarkan pernyataan kontroversial yang menyarankan Ukraina segera menggelar pemilu presiden baru atau mencari pihak lain untuk bernegosiasi. Trump menekankan agar Kyiv segera membuat kesepakatan damai karena Rusia ingin menyelesaikan perang. Di sisi lain, Rusia masih menguasai sekitar 20 persen wilayah Ukraina dan belum memberikan tanggapan resmi terkait hasil pertemuan Oslo, meski Menlu Sergei Lavrov menegaskan Moskow tidak akan memberikan konsesi politik apa pun.