SETAHUN KRASH AIR INDIA, KOTAK HITAM MASIH DIANALISIS - Berita Dunia
← Kembali

SETAHUN KRASH AIR INDIA, KOTAK HITAM MASIH DIANALISIS

Foto Berita

Badan Investigasi Kecelakaan Penerbangan India (AAIB) buka suara di hari pertama peringatan setahun tragedi nahas Air India yang merenggut 260 nyawa. Mereka mengaku sudah membuat 'kemajuan signifikan' dalam menyelidiki penyebab jatuhnya Boeing 787 Dreamliner, tapi hingga kini belum ada kepastian kapan hasil akhir investigasi akan dirilis.

Pesawat nahas itu jatuh tak lama setelah lepas landas dari Ahmedabad menuju London pada 12 Juni 2025 lalu. Pesawat menukik sekitar 6 kilometer dari bandara, lalu menabrak gedung mess dokter di kampus Byramjee Jeejeebhoy Medical College. Ledakan dahsyat tak hanya menewaskan 241 orang di dalam pesawat, tapi juga 19 orang di darat. Sebanyak 169 korban adalah warga India dan 53 lainnya warga Inggris. Hanya satu orang selamat, Viswashkumar Ramesh asal Leicester.

Laporan awal pada Juli tahun lalu mengungkap temuan mengejutkan: beberapa detik setelah lepas landas, tuas kontrol bahan bakar tiba-tiba berpindah ke posisi 'cut-off' (mati). Akibatnya, mesin kehilangan pasokan bahan bakar dan pesawat kehilangan tenaga total. Rekaman kokpit bahkan menangkap dialog antara dua pilot. Satu pilot bertanya mengapa yang lain melakukan itu, dan pilot lainnya menjawab dia tidak melakukannya. Namun, investigator tidak mengidentifikasi pilot mana yang mengucapkan pernyataan tersebut.

Analisis Dampak & Informasi Terbaru:

Kasus ini memicu perang opini sengit di India. Media internasional seperti Reuters dan Wall Street Journal sempat memberitakan bahwa fokus investigasi bergeser ke kapten pilot, Sumeet Sabharwal. Mereka menyebut rekaman kokpit mendukung dugaan bahwa sang kapten yang mematikan aliran bahan bakar. Namun, laporan ini langsung memicu reaksi keras dari asosiasi pilot India yang menilai pemberitaan tersebut prematur dan mencemarkan nama baik almarhum.

AAIB sendiri menegaskan bahwa tujuan investigasi bukan untuk mencari kambing hitam, melainkan untuk meningkatkan keselamatan penerbangan. Mereka masih menguji sistem pesawat, data perekam penerbangan, komponen mesin, hingga catatan perawatan. Hingga kini, ayah Kapten Sabharwal terus membela nama baik putranya di tengah berbagai spekulasi yang beredar.

Bagi publik, kasus ini menjadi pengingat betapa kompleksnya investigasi kecelakaan pesawat modern. Teknologi canggih sekalipun bisa menyisakan misteri yang butuh waktu bertahun-tahun untuk dipecahkan. Ini juga menjadi sorotan bagi maskapai global untuk memastikan protokol keselamatan di kokpit benar-benar ketat.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook