KAPTEN JEPANG WATARU ENDO PENSUN, CEDERA KAKI HANTUINYA - Berita Dunia
← Kembali

KAPTEN JEPANG WATARU ENDO PENSUN, CEDERA KAKI HANTUINYA

Foto Berita

TOKYO - Pukulan telak menerpa skuad Samurai Blue jelang Piala Dunia Wanita 2027. Kapten timnas Jepang, Wataru Endo, resmi mengundurkan diri dari tim nasional setelah gagal pulih dari cedera kaki yang dideritanya.

Gelandang Liverpool berusia 33 tahun itu dipastikan absen di turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Posisinya di skuad Jepang langsung digantikan oleh Shuto Machino dari Borussia Monchengladbach pada Kamis lalu.

Endo mengumumkan keputusan pahit ini melalui media sosial. Ia mengaku frustrasi karena tidak bisa bermain, namun tetap optimis melihat masa depan tim. "Akan tiba saatnya Jepang memenangkan Piala Dunia. Mari percaya dan dukung tim ini," tulisnya di akun X.

Ia juga menambahkan, "Saya memutuskan pensiun dari tim nasional. Mulai sekarang, saya akan mendukung Jepang sebagai suporter biasa."

Cedera ini sebenarnya sudah ia derita sejak Februari lalu saat membela Liverpool melawan Sunderland. Endo sempat kembali memperkuat Jepang di laga uji coba melawan Islandia pada 31 Mei, namun hanya bertahan hingga babak pertama karena rasa sakit yang terus muncul.

Selama pemusatan latihan di Meksiko, ia bahkan tidak bisa mengikuti sesi latihan penuh. Meski sempat mencoba berlatih saat tim pindah ke Nashville, AS, kondisinya tidak kunjung membaik.

Endo mengaku sudah berusaha maksimal. "Saya sudah melakukan segalanya sejak cedera. Saya bangga bisa memimpin tim ini sejak Piala Dunia Qatar dan membantu mereka tumbuh menjadi tim yang percaya diri untuk menargetkan juara dunia," ujarnya.

Karier internasional Endo dimulai pada 2015 dan ditutup dengan catatan 73 caps serta empat gol. Ia menjadi bagian penting dari skuad Jepang di Piala Dunia 2018 dan 2022, termasuk saat Jepang mengejutkan Jerman dan Spanyol di Qatar.

Kepergian Endo jelas meninggalkan lubang besar di lini tengah Jepang. Kepemimpinan dan pengalamannya di level tertinggi akan sangat dirindukan. Kini, beban besar berada di pundak para pemain muda untuk membuktikan bahwa Jepang tetap layak diperhitungkan di Grup F bersama Belanda, Tunisia, dan Swedia.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook