AFGHANISTAN SERANG PAKISTAN, GENCATAN SENJATA RAPUH - Berita Dunia
← Kembali

AFGHANISTAN SERANG PAKISTAN, GENCATAN SENJATA RAPUH

Foto Berita

KABUL, AFGHANISTAN – Afghanistan kembali melancarkan serangan udara ke wilayah Pakistan. Kali ini, sasaran mereka adalah tempat persembunyian kelompok bersenjata yang disebut-sebut bekerja sama dengan 'lingkaran intelijen musuh'.

Kementerian Pertahanan Afghanistan mengumumkan, serangan pada Kamis malam itu menyasar lokasi di dua provinsi Pakistan, Balochistan dan Khyber Pakhtunkhwa. Keduanya berbatasan langsung dengan Afghanistan. Kabul menuduh tempat-tempat itu digunakan untuk merencanakan serangan terhadap Afghanistan.

Serangan ini menjadi ancaman terbaru bagi gencatan senjata rapuh antara kedua negara tetangga yang sudah puluhan tahun bermusuhan. Ketegangan terus memanas sejak Taliban kembali berkuasa di Afghanistan pada 2021.

Analisis Dampak:

Insiden ini jelas memperkeruh suasana. Gencatan senjata yang sudah goyah sejak Maret lalu kini benar-benar di ambang kehancuran. Pakistan sebelumnya juga melancarkan serangan udara ke Afghanistan pekan lalu. Akibatnya, setidaknya 13 orang tewas, termasuk 11 anak-anak, menurut klaim Taliban Afghanistan.

Data PBB pada Mei lalu mencatat, bentrokan lintas batas sudah menewaskan 372 warga sipil Afghanistan dan melukai 397 lainnya hanya dalam tiga bulan pertama tahun 2026. Angka ini menunjukkan betapa konflik ini bukan hanya soal militer, tapi sudah menjadi bencana kemanusiaan.

China yang menjadi mediator belum juga berhasil mendamaikan keduanya. Sementara Pakistan terus menuduh Kabul melindungi kelompok militan seperti TTP yang kerap menyerang wilayahnya. Kabul membantah dan menyebut itu masalah internal Pakistan.

Yang menarik, Afghanistan tidak memiliki jet tempur, tapi punya setidaknya enam pesawat dan 23 helikopter, plus drone yang pernah dipakai melawan Pakistan. Ini menunjukkan, meski sumber dayanya terbatas, mereka tetap punya kemampuan untuk melancarkan serangan balasan.

Situasi semakin pelik karena Pakistan sudah membantah laporan serangan ini. Klaim dan bantahan saling berseliweran, sementara warga sipil di perbatasan terus menjadi korban.


Bagikan berita ini:

WhatsApp Facebook